Kompas.com - 13/10/2021, 05:00 WIB

KOMPAS.com - Menjadi produktif memang hal yang baik. Namun, tahukah Anda bahwa terlalu produktif juga bisa berakibat buruk untuk kesehatan mental?

Memilih untuk melakukan hal-hal produktif dalam satu hari secara sekaligus ternyata bisa membuat kita mengalami burnout atau stres berat.

Perlu ada keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan supaya quality time bersama orang-orang terdekat tetap terjaga. Tanpa keseimbangnan tersebut, maka kita bisa rentan mengalami burnout atau stres.

Burnout atau stres berat menyerang seseorang karena terlalu bekerja sangat keras yang berujung mengancam kesehatan mental terutama di kalangan kawula muda dengan motivasi dan ambisi bahwa jika ingin sukses harus rajin bekerja.

Kegiatan yang awalnya kita anggap positif pun bisa berubah menjadi toxic. Kondisi inilah yang dinamakan toxic productivity.

Baca juga: Blefaritis (Radang Kelopak Mata)

Tanda-tanda toxic productivity

Toxic productivity adalah istilah lain dari “overworking” dan “workaholic”. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang terlalu banyak bekerja hingga mengesampingkan istirahat.

Graheta Rara Purwasono, salah satu psikolog Riliv, mengatakan bahwa toxic productivity itu memunculkan rasa bersalah kalau tidak mengerjakan sesuatu.

“Ujung-ujungnya, mengalami burnout yang membahayakan kesehatan, dan itu harus dihindari,” ungkapnya.

Pada akhirnya, tidak ada quality time bersama teman dan keluarga buatmu—apalagi, waktu untuk me-time—karena kamu terlalu sibuk untuk bekerja setiap saat.

Mengatasi Toxic Productivity

Untuk mengatasi toxic productivity, kalian bisa melakukan langkah berikut:

1. Buat batasan yang jelas

Ketika pekerjaan adalah satu-satunya hal yang berputar dalam pikiranmu, maka sulit untuk memikirkan hal lain yang sama pentingnya.

Nah, kamu bisa menentukan batasan yang mengubah mindset-mu dari yang hanya memikirkan pekerjaan ke hal-hal lain yang berarti dalam hidup, seperti:

  • Tidak boleh bekerja selama tiga jam tanpa diselingi break
  • Harus Quality time dengan keluarga di minggu ini
  • Harus tidur cukup selama 8 jam setiap hari

2. Terapkan “professional detachment”

Cara ini khusus buat kamu yang meeting lima kali dalam sehari, atau lebih. Ingat, ada yang lebih penting daripada pekerjaan, yaitu kesehatan fisik dan mental sendiri.

Pahami bahwa menjadi pekerja bukanlah identitasmu satu-satunya. Kamu bukan hanya seorang pekerja, tetapi juga orang tua, pacar, teman, dan lain sebagainya.

Saat kamu menerapkan “professional detachment”, kamu memperlakukan pekerjaan sebagai sesuatu yang akan kamu tangani setelah menjalankan tanggung jawab lain di luar itu.

Baca juga: Blefaritis (Radang Kelopak Mata)

3. Praktikkan mindfulness

Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau mindfulness dapat membantumu berhubungan dengan dunia dengan cara yang lebih sehat.

Melalui mindfulness, kamu akan lebih mudah untuk menyadari apa yang dibutuhkan oleh tubuh dan pikiranmu—dan hal itu bukan toxic productivity.

Kamu dapat menerapkan mindfulness dengan meditasi di Riliv Hening. Mudah dan praktis. Hanya perlu duduk diam, pejamkan mata, dan pikiranmu akan dijernihkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.