Kompas.com - 13/11/2021, 08:01 WIB

KOMPAS.com - Fibrosis kistik atau cystic fibrosis adalah penyakit bawaan yang menyebabkan infeksi parah dan memicu gangguan pernapasan sampai pencernaan.

Menurut Cystic Fibrosis Foundation, masalah kesehatan ini terkait dengan gangguan genetik.

Mutasi genetik membuat cystic fibrosis transmembrane-conductance regulator (CFTR) tidak berfungsi.

Baca juga: 8 Gejala Fibrosis Paru yang Perlu Diwaspadai

Akibatnya, tubuh tidak mampu memindahkan zat garam seperti klorida ke permukaan sel.

Tanpa klorida yang berfungsi menarik air ke permukaan sel, lendir dan cairan di berbagai organ tubuh menjadi lengket

Di paru-paru, lendir ini bisa menyumbat saluran udara dan rawan menjadi tempat bersarangnya virus dan bakteri.

Imbasnya, pengidap cystic fibrosis jadi rawan terkena infeksi, peradangan, gagal napas, dan komplikasi pernapasan lainnya.

Di pankreas, penumpukan lendir bisa mengganggu pelepasan enzim pencernaan yang berguna untuk menyerap makanan dan nutrisi penting lainnya.

Akibatnya, penderita cystic fibrosis rawan mengalami malnutrisi dan tumbuh kembangnya terhambat.

Apabila komplikasi ke lever, penumpukan lendir bisa menyumbat saluran empedu dan memicu penyakit liver. Pada pria, penyakit ini bisa memengaruhi kesuburan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.