Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/11/2021, 08:01 WIB

Namun, dengan kemajuan perawatan medis, lebih dari separuh penderita cystic fibrosis bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Baca juga: 5 Penyebab Fibrosis Paru, Bisa dari Rokok sampai Penyakit

Gejala cystic fibrosis

Melansir Mayo Clinic, gejala cystic fibrosis tergantung pada tingkat keparahan penyakitnya.

Ada penderita yang tidak bergejala sampai remaja, dan gejala penyakit baru muncul saat pengidap dewasa.

Beberapa tanda cystic fibrosis yang dirasakan pengidapnya, antara lain:

  • Kadar garam dalam keringat lebih tinggi, hal ini membuat keringat aromanya asin
  • Batuk berdahak terus-menerus
  • Kerap mengi
  • Sering mengalami infeksi paru-paru
  • Saluran hidung kerap meradang dan hidung tersumbat
  • Sinusitis berulang
  • Kotoran buang air besar cenderung berminyak dan baunya sangat tidak sedap
  • Berat badan tidak ideal, biasanya sangat kurus
  • Sembelit kronis, terkadang jadi kerap ambeien

Penyakit cystic fibrosis dapat didiagnosis sejak si kecil lahir sebelum gejala penyakit berkembang.

Selain itu, ibu hamil juga bisa melakukan tes genetik untuk melihat ada tidaknya risiko cystic fibrosis pada janin di dalam kandungannya.

Baca juga: 18 Jenis Kelainan Jantung Bawaan

Komplikasi cystic fibrosis

Seperti disinggung di atas, komplikasi cystic fibrosis dapat memengaruhi sistem pernapasan, pencernaan, reproduksi, dan organ lainnya. Berikut beberapa efeknya:

  • Bronkiektasis atau kerusakan saluran udara kronis
  • Infeksi kronis, bisa berasal dari bakteri, virus, atau jamur
  • Polip hidung
  • Batuk berdarah
  • Pneumotoraks
  • Gagal napas
  • Kurang gizi
  • Diabetes
  • Liver
  • Usus tersumbat
  • Infertilitas
  • Osteoporosis
  • Masalah kesehatan mental

Ketika fungsi organ vital lain yang terdampak cystic fibrosis terus menurun, penyakit bisa mengancam jiwa.

Untuk itu, penderita cystic fibrosis perlu mendapatkan perawatan medis dan pengobatan yang tepat.

Selain itu, penderita juga perlu menjalani fisioterapi, terapi nutrisi, dan olahraga agar kualitas hidupnya meningkat.

Baca juga: Kenali Apa Itu Hipospadia, Kelainan Penis Bawaan Lahir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+