Kompas.com - 22/11/2021, 16:00 WIB

KOMPAS.comSembelit adalah gejala yang sangat umum yang dialami banyak ibu selama kehamilan.

Beberapa ibu mengalami sembelit pada tahap awal kehamilan mereka.

Namun, beberapa ibu lain tidak mengalami sembelit sama sekali ketika hamil.

Baca juga: 3 Cara Atasi Sembelit Pada Anak

Melansir dari Medical News Today, penyebab sembelit selama kehamilan tergantung pada tahap di mana itu terjadi. Kemungkinan penyebabnya meliputi:

  • Hormon: Perubahan kadar hormon pada awal kehamilan menyebabkan usus memperlambat pergerakan tinja melalui usus. Penundaan ini meningkatkan jumlah air yang diserap usus besar dari tinja yang membuatnya lebih padat dan sulit untuk dikeluarkan.
  • Vitamin prenatal: Prenatal vitamin yang penuh sesak besi, mineral penting yang kadang-kadang bisa kekurangan selama kehamilan. Zat besi dapat menyebabkan sembelit dan tinja yang keras dan berwarna hitam.
  • Tekanan dari rahim: Pada kehamilan selanjutnya, rahim yang tumbuh dapat memberi tekanan pada usus, membuatnya lebih sulit untuk memindahkan tinja melalui usus.

Selain buang air besar yang jarang, sembelit dapat menyebabkan kembung, ketidaknyamanan perut, dan tinja yang keras dan kering yang menyakitkan untuk dikeluarkan.

Sembelit bisa sangat tidak nyaman selama kehamilan.

Meski demikian, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelit selama kehamilan.

Baca juga: 4 Teh Herbal yang Bisa Mengatasi Sembelit

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah untuk mengatasi sembelit selama kehamilan.

  • Serat: Mengonsumsi suplemen serat atau makan lebih banyak makanan berserat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat meningkatkan jumlah tinja dan memfasilitasi perjalanan mereka melalui usus. Orang dewasa harus makan antara 28 dan 34 gram serat setiap hari.
  • Cairan: Minum cukup air penting untuk menjaga feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan. Jika seseorang merasa bahwa air tidak membantu, mereka dapat mencoba menambahkan sup bening, teh, dan jus buah atau sayuran yang dimaniskan secara alami ke dalam makanan mereka.
  • Beraktivitas: Menjadi aktif membantu tinja bergerak melalui usus. Berolahraga secara teratur, dengan persetujuan dokter, dapat membantu meringankan sembelit. Jika berolahraga bukan merupakan prioritas atau kemungkinan, cobalah untuk melakukan jalan santai setiap hari.
  • Probiotik: Jutaan bakteri sehat hidup di usus dan membantunya berfungsi dengan benar. Probiotik dapat membantu mengisi kembali bakteri usus dengan strain sehat yang mendorong buang air besar normal dan teratur. Makanan tinggi probiotik termasuk yogurt, asinan kubis, dan kimchi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.