Kompas.com - 28/11/2021, 14:01 WIB

KOMPAS.com - pembekuan darah di otak bisa terjadi ketika sekumpulan darah seperti gel terbentuk di pembuluh darah organ vital ini.

Normalnya, pembekuan darah berfungsi untuk mencegah pendarahan ketika salah satu jaringan atau bagian tubuh terluka.

Namun, pembekuan darah yang tak terkendali bisa berbahaya bagi kesehatan. Apabila masalah kesehatan ini terbentuk di otak, penderita berisiko terkena stroke.

Baca juga: 7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Stroke dapar terjadi ketika pembekuan darah di otak ukurannya cukup besar, sampai menghambat pasokan darah ke otak, merusak, atau membunuh jaringan otak yang kekurangan pasokan darah.

Penyebab pembekuan darah di otak

Pembekuan darah di otak rentan dialami sejumlah orang. Melansir beberapa sumber, berikut beberapa di antaranya:

  • Usia di atas 65 tahun
  • Tirah baring atau bedrest dalam waktu lama
  • Baru operasi atau mengalami cedera
  • Minum pil KB atau menjalani terapi sulih hormon
  • Penderita kanker atau pernah menjalani terapi kanker
  • Punya keluarga yang mengidap pembekuan darah
  • Mengidap gangguan pembekuan darah seperti Faktor V Leiden, sindrom antifosfolipid atau polisitemia vera
  • Terserang Covid-19
  • Kelebihan berat badan
  • Tidak aktif bergerak
  • Merokok atau sering terpapar asap rokok
  • Dehidrasi

Pembekuan darah di otak tak boleh disepelekan karena berisiko fatal. Untuk itu, kenali beragam gejalanya.

Baca juga: 5 Gejala Pembekuan Darah Sesuai Bagian Tubuh yang Terkena

Gejala pembekuan darah di otak

Darah mengandung unsur penting seperti sel, nutrisi, protein, sampai oksigen yang setiap saat mengalir melalui aliran darah.

Jika salah satu aliran darah ini terhambat atau tersumbat, darah akan menggumpal dan membentuk darah beku.

Bekuan darah ini bisa pecah dan memasuki aliran darah dalam bentuk serpihan bekuan darah atau embolus.

Ketika embolus mengalir ke pembuluh darah atau jaringan otak penderita bisa merasakan beragam gejala penyakit.

Baca juga: 20 Penyebab Pengentalan Darah dan Gejalanya

Melansir Narayana Health, gejala pembekuan darah di otak seperti stroke, antara lain:

  • Pandangan mendadak kabur atau gelap
  • Gangguan bicara atau tiba-tiba bicara jadi tidak jelas
  • Susah menelan makanan atau minuman, atau tersedak terus-menerus
  • Sakit kepala hebat, rasa nyeri ini datang tiba-tiba tanpa sebab jelas
  • Sangat mual, biasanya berbarengan dengan sakit kepala atau pusing
  • Sebagian anggota tubuh mendadak tidak bisa digerakkan, biasanya terlihat di lengan atau kaki
  • Tubuh kehilangan keseimbangan atau limbung

Beberapa gejala pembekuan di otak di atas juga bisa jadi tanda stroke. Kondisi ini darurat medis. Segera bawa penderita ke rumah sakit agar dapat diberikan pengobatan yang tepat.

Jika Anda termasuk kelompok berisiko, ketahui beberapa penyebab pembekuan darah di otak dan gejalanya agar lebih waspada.

Baca juga: 10 Obat Pengencer Darah Alami

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.