Kompas.com - 02/12/2021, 06:00 WIB

Konjungtivitis alergi musiman atau rinokonjungtivitis alergi juga dikenal sebagai hay fever.

Biasanya terjadi selama musim semi dan musim panas.

Pada saat ini, tanaman, dan terutama rumput, pohon, dan bunga, berada dalam serbuk sari.

Beberapa orang memiliki gejala selama awal musim gugur.

2) Konjungtivitis kontak

Juga dikenal sebagai dermatitis kontak, gejala biasanya disebabkan oleh kosmetik, obat tetes mata, atau bahan kimia lain yang mengiritasi konjungtiva pada mereka yang rentan.

Kontak dengan zat-zat ini menyebabkan respons alergi. Beberapa orang sensitif terhadap zat tertentu.

Gejala biasanya berkembang 2 sampai 4 hari setelah zat bersentuhan dengan mata.

3) Konjungtivitis papiler raksasa

Hal ini sering terjadi akibat pemakaian lensa kontak.

Pada beberapa orang, lensa kontak menyebabkan ketidaknyamanan.

Ini bisa menjadi semakin buruk dan semakin tidak nyaman, menyebabkan mata menjadi merah.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Urtikaria
Urtikaria
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.