Kompas.com - 08/12/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi deodoran Unsplash/Nora TopicalsIlustrasi deodoran

KOMPAS.com - Menggunakan deodoran menjadi cara banyak orang untuk menghilangkan bau badan.

Namun, hal tersebut menuai banyak polemik. Penggunaan deodoran dinilai banyak orang bisa memicu kanker.

Ahli radiasi chirag Shah juga berkata bahwa banyak orang menilai deodoran bisa memicu kanker payudara karena kandungan antiperspiran di dalamnya.

Baca juga: 12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Benarkah deodoran bisa menyebabkan kanker payudara?

Profesor biologi di North Carolina State University, Heather Patisau, mengatakan beberapa senyawa dalam deodoran bisa mengganggu fungsi hormon reproduksi dan perkembangan tubuh.

Di sisi lain, jaringan ketiak juga mengandung reseptor hormon yang dapat bereaksi terhadap beberapa bahan deodoran dan antiperspiran.

Karena itu, deodoran bisa memicu risiko gangguan reproduksi dan kanker.

Deodoran juga mengandung sneyawa alumunium yang aktif bekerja untuk menyumbat setiap saluran keringat di ketiak.

Dengan begitu, keringat tidak mencapai permukaan kulit dan meninggalkan dengan bekas keringat memalukan yang menodai pakaian.

Senyawa aluminium biasanya digunakan dalam antiprespiran untuk mencegah produksi keringat berblebih.

Penggunaan antiprespiran yang terlalu sering dapat menyebabkan aluminium menumpuk di jaringan payudara.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.