Kompas.com - 31/01/2022, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang jeroan adalah makanan yang paling nikmat, seperti babat, usus, jantung, paru, lidah, limpa, ginjal hingga otak.

Di Indonesia, jeroan umum diolah menjadi berbagai masakan yang menggugah selera, seperti babat gongso, sate buritan, balado ati ampela, gulai otak, dan masih banyak lagi.

Namun, apakah sering makan jeroan bisa memicu kadar kolesterol tinggi?

Mengutip Healthline, makan jeroan bisa memicu kenaikan kadar kolesterol dalam darah seseorang yang sensitif terhadap kolesterol dan mengkonsumsinya secara berlebihan.

Mengutip Kementerian Kesehatan, kolesterol total diklasifikasikan tinggi saat lebih dari 240 mg/dL dan baiknya kurang dari 200 mg/dL.

Kolesterol total merupakan gabungan dari jumlah kolesterol baik (HDL), kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida dalam setiap desiliter darah.

Baca juga: 4 Jenis Olahraga Ini Ampuh Turunkan Kolesterol Jahat

Kolesterol dalam jeroan

Mengutip Healthline, jeroan kaya akan kolesterol.

Mengutip Kementerian Kesehatan, dalam 10 gram otak sapi kandungan kolesterol bisa sampai 2.500 mg.

Sedangkan, di dalam 100 gram hati setidaknya terdapat kandungan kolesterol 564 mg atau terdapat 188 persen dari konsumsi kolesterol harian.

Dalam 1 ons hati yang diolah menjadi masakan setidaknya mengandung 311 mg kolesterol.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.