Kompas.com - 21/03/2022, 08:00 WIB

KOMPAS.com - Lumpuh otak atau cerebral palsy adalah kondisi di mana terjadi perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan otak pada anak yang mempengaruhi kemampuannya untuk mengontrol otot-otot.

Mengutip Mayo Clinic, lumpuh otak pada anak memiliki penyebab yang beragam, mulai dari anak masih dalam kandungan, saat melahirkan, atau selama tahun-tahun pertama kehidupan anak.

Baca juga: Lumpuh Otak

Beberapa penyebabnya, yaitu:

  • Mutasi gen: mengakibatkan kelainan genetik atau perbedaan perkembangan otak.
  • Infeksi ibu: mempengaruhi janin yang sedang berkembang.
  • Stroke janin: gangguan suplai darah ke otak yang sedang berkembang.
  • Pendarahan ke otak di dalam rahim atau saat bayi baru lahir.
  • Infeksi bayi: yang menyebabkan peradangan di dalam atau di sekitar otak.
  • Cedera kepala traumatis pada bayi: seperti mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, atau mengalami kekerasan fisik.
  • Kurangnya oksigen ke otak: hal ini terkait dengan persalinan atau kelahiran yang sulit, meskipun asfiksia terkait kelahiran jauh jarang menjadi penyebabnya.

Dalam banyak kasus, penyebab cerebral palsy justru tidak diketahui.

Sebagian besar kasus lumpuh otak tidak dapat dicegah, tetapi Anda dapat mengurangi faktor risikonya.

Jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil, Anda dapat mengambil langkah-langkah cara mencegah lumpuh otak sebagai berikut ini:

Baca juga: Apa Itu Penuaan Otak?

Sebelum kehamilan

Mengutip CDC, sejumlah langkah mencegah lumpuh otak yang dapat dilakukan sebelum kehamilan, yaitu:

  1. Jadilah sesehat mungkin sebelum hamil. Pastikan infeksi pada ibu hamil diobati dan kondisi kesehatannya terkendali, yang idealnya sebelum kehamilan terjadi.
  2. Mendapatkan vaksinasi untuk penyakit tertentu yang dapat membahayakan bayi yang sedang berkembang, seperti cacar air dan rubella. Penting untuk melakukan semua vaksinasi yang dibutuhkan sebelum hamil.
  3. Jika perawatan infertilitas dengan teknologi reproduksi bantu (ART) digunakan untuk hamil, pertimbangkan cara untuk mengurangi kemungkinan kehamilan ganda (kembar, kembar tiga, atau lebih), seperti mentransfer hanya satu embrio dalam satu waktu.

Baca juga: Perkembangan Otak Janin Dimulai pada Usia Berapa?

Selama masa kehamilan

Mengutip CDC, sejumlah langkah mencegah lumpuh otak yang dapat dilakukan selama masa kehamilan, yaitu:

  1. Pelajari cara memiliki kehamilan yang sehat.
  2. Sejak dini dan teratur mendapatkan perawatan prenatal, baik untuk kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan yang sedang berkembang.
  3. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk membantu mengurangi risiko infeksi yang dapat membahayakan bayi dalam kandungan, seperti Covid-19.
  4. Hubungi penyedia layanan kesehatan Anda jika ibu hamil mengalami tidak enak badan, demam, atau memiliki tanda-tanda infeksi lain selama kehamilan.
  5. Suntik vaksin influenza adalah perlindungan terbaik Anda terhadap penyakit serius akibat flu. Suntikan flu dapat melindungi wanita hamil dan bayi mereka yang belum lahir, baik sebelum dan sesudah kelahiran. Suntikan vaksin influenza belum terbukti membahayakan wanita hamil atau bayinya.
  6. Mencegah dan mengatasi penyakit kuning pada anak sejak dalam kandungan karena merupakan faktor risiko dari lumpuh otak. Konsultasikan masalah pada dokter.
  7. Perbedaan golongan darah atau ketidakcocokan Rh antara ibu dan bayi yang dapat menyebabkan penyakit kuning dan kernikterus.
  8. Mencegah bayi lahir prematur. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi magnesium sulfat sejak awal kehamilan dapat mengantisipasi terjadinya kelahiran prematur dan mengurangi risiko lumpuh otak pada anak.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Penggumpalan Darah di Otak

Setelah bayi lahir

Mengutip CDC, sejumlah langkah mencegah lumpuh otak yang dapat dilakukan setelah bayi lahir, yaitu:

  1. Mengutip CDC, sejumlah langkah yang dapat dilakukan sebelum kehamilan, yaitu:
  2. Pelajari cara membantu menjaga bayi Anda tetap sehat dan aman setelah lahir.
  3. Setiap bayi bisa terkena penyakit kuning. Penyakit kuning parah yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan otak, yang disebut kernikterus. Kernikterus merupakan penyebab lumpuh otak yang dapat dicegah.
  4. Pastikan anak Anda divaksinasi terhadap infeksi yang dapat menyebabkan meningitis dan ensefalitis, termasuk Haemophilus influenzae tipe B (vaksin HiB) dan Streptococcus pneumoniae (vaksin pneumokokus).
  5. Cegah anak dari cidera yang berpotensi menyebabkan lumpuh otak.

Baca juga: 5 Penyebab Penggumpalan Darah di Otak

Ada pun berikut cara mencegah anak cidera agar meminimalisir risiko lumpuh otak:

  1. Tempatkan anak Anda duduk aman di dalam mobil dengan menggunakan kursi mobil khusus anak, kursi booster, dan sabuk pengaman (sesuai dengan tinggi, berat, dan usia anak).
  2. Jadikan ruang keluarga lebih aman bagi anak-anak, seperti menggunakan pelindung jendela dan menggunakan gerbang pengaman di bagian atas dan bawah tangga.
  3. Pastikan permukaan taman bermain anak adalah materi yang tidak terlalu keras, seperti mulsa kayu atau pasir.
  4. Awasi dengan cermat anak-anak kecil setiap saat di sekitar bak mandi, kolam renang atau kolam rendam, dan perairan alami, untuk menghindari mereka terjungkal atau terbentur.
  5. Orang dewasa yang mengawasi anak-anak di dekat air harus menghindari aktivitas yang mengganggu, seperti menggunakan komputer atau perangkat genggam, membaca, atau berbicara di telepon.
  6. Pastikan anak Anda memakai helm untuk aktivitas seperti mengendarai sepeda.
  7. Jangan pernah memukul, melempar, mengguncang, atau melukai bagian kepala anak.

Baca juga: 5 Tanda Penggumpalan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.