Kompas.com - 12/06/2022, 14:01 WIB

KOMPAS.com - Cacar air adalah infeksi yang menyebabkan ruam gatal dengan lepuh berisi cairan.

Penyebab cacar air karena infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini sangat menular, terutama pada penderita yang belum pernah terinfeksi atau belum pernah disuntik vaksin cacar air.

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini, kenali gejala cacar air yang perlu diwaspadai.

Baca juga: 5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

Ciri-ciri cacar air

Ciri-ciri cacar air relatif mudah dikenali karena khas dan muncul secara berurutan. Dilansir dari Cleveland Clinic, berikut urutan gejalanya:

  • Demam
  • Tidak nafsu makan
  • Badan lemas atau mudah lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit perut selama satu atau dua hari
  • Muncul ruam berupa lepuh kecil-kecil di kulit dan rasanya sangat gatal
  • Lepuh berupa benjolan kecil-kecil berisi cairan berwarna keputihan seperti susu
  • Setelah lepuh pecah, terbentuk keropeng atau koreng di kulit
  • Kulit bekas luka cacar air terlihat seperti bekas jerawat

Dikutip dari Mayo Clinic, ruam berupa lepuh di kulit bakal muncul setelah 10 sampai 21 hari selang penderita terpapar virus penyebab cacar air.

Gejala ruam dan bentol-bentol di kulit ini biasanya muncul selama lima sampai 10 hari.

Satu sampai dua hari sebelum ruam dan lepuh di kulit muncul, penderita bakal lebih dulu merasakan demam, tidak nafsu makan, sampai sakit kepala.

Baca juga: 10 Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Cacar secara Alami dan Medis

Kapan perlu waspada dengan cacar air?

Pastikan Anda segera berkonsultasi ke dokter jika mendapati ciri-ciri cacar air di atas.

Dokter biasanya bakal meresepkan obat untuk mengurangi gejala cacar air dan mencegah komplikasi penyakit.

Pastikan Anda juga waspada dan jangan tunda membawa penderita ke dokter atau rumah sakit jika cacar air:

  • Sampai menyebar ke mata
  • Ruam sangat kemerahan, hangat, dan lunak. Kondisi ini bisa jadi tanda infeksi bakteri sekunder
  • Disertai gejala pusing, detak jantung cepat, sesak napas, tremor, batuk parah, muntah, leher kaku, atau demam di atas 38,9 derajat Celsius
  • Menulari bayi di bawah usia enam bulan atau memiliki daya tahan tubuh lemah

Penyakit ini umumnya ringan pada anak-anak yang sehat. Namun, infeksi virus cacar air yang parah bisa menyebabkan ruam di seluruh tubuh sampai tenggorokan, mata, uretra, anus, vagina, dan menyebabkan komplikasi parah.

Kondisi ini rentan berbahaya bagi bayi di bawah usia enam bulan, ibu hamil, pemilik daya tahan tubuh lemah, penderita kanker, penderita HIV/AIDS, pengguna obat steroid, atau orang yang telah menjalani operasi cangkok organ.

Baca juga: Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.