Kompas.com - 17/06/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Diabetes adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat memproses glukosa dalam darah.

Kondisi dapat semakin memburuk apabila penderita diabetes tidak mengubah pola hidup dengan mengelola kadar gula darah.

Orang dengan penyakit diabetes yang tidak mengelola asupan gula dapat memicu komplikasi serius, berupa kerusakan organ hingga stroke.

Baca juga: Diabetes dan Hipertensi Sebabkan Penyakit Ginjal Kronis, Kok Bisa?

Dikutip dari Medical News Today, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa penderita diabetes mengalami kondisi serius akibat tidak menjaga asupan gula.

1. Gula darah tinggi

Kondisi naiknya kadar gula di dalam darah atau disebut hiperglikemia bisa membahayakan kesehatan, terutama pada penderita diabetes.

Menurut American Diabetes Association (ADA), kadar gula darah yang sehat seharusnya berada di angka 70-130 mg/dl (sebelum makan) dan di bawah 180 mg/dl (dua jam sesudah makan).

Konsumsi obat-obatan untuk penderita diabetes biasanya dapat membantu menekan kadar gula dalam darah.

Jika gula darah masih tinggi, penderita diabetes wajib berkonsultasi dengan dokter serta mengubah pola hidup.

2. Infeksi pada tubuh

Kadar gula darah yang tinggi dapat membuat seorang penderita diabetes rentan terhadap infeksi. Pasien harus menemui dokter apabila sering terkena infeksi.

Perlu Anda ketahui, berikut beberapa infeksi yang sering menyerang penderita diabetes

  • infeksi kulit, seperti selulitis, bisul (terutama pada kaki).
  • infeksi saluran kemih, termasuk sistitis atau kondisi saat kandung kemih mengalami peradangan akibat bakteri.
  • infeksi mulut dan saluran cerna
  • infeksi saluran pernapasan, seperti tuberkolosis (TB) dan flu
  • infeksi jamur, misalnya sariawan
  • infeksi telinga

Infeksi pada penderita diabetes memerlukan waktu lama untuk sembuh dan dapat memburuk lebih cepat. Apabila tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat mengancam keselamatan jiwa.

Baca juga: 18 Makanan Penurun Gula Darah untuk Mengatasi Diabetes

Sebagai contoh, luka pada kaki dapat menyebabkan kematian jaringan hinga mungkin perlu dilakukan amputasi.

Orang harus memeriksa perubahan kulit secara teratur dan mencari bantuan medis segera setelah mereka memiliki tanda-tanda infeksi.

3. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil atau poliuria adalah tanda umum dari diabetes tipe 1 dan 2. Poliuria ditandai ketika seseorang buang air kecil minimal 3 liter per hari.

Kondisi ini terjadi karena tubuh berusaha membersihkan darah dari kelebihan glukosa.

4. Rasa haus ekstrem

Penderita diabetes terkadang mengalami poplidipsia atau rasa haus yang ekstrem. Kondisi ini umum terjadi pada penderita diabetes tipe 1 atau 2.

Selain rasa haus ekstrem, seseorang juga mungkin mengalami kondisi mulut kering dan pusing.

5. Ketoasidosis diabetikum

Ketoasidosis diabetikum merupakan suatu komplikasi diabetes serius saat tubuh memproduksi asam darah (keton) berlebihan.

Kondisi ini terjadi jika insulin dalam tubuh tidak cukup. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi atau penyakit lainnya.

Gejalanya meliputi rasa haus, sering buang air kecil, mual, nyeri perut, lemas, napas beraroma buah, dan kebingungan.

Penderita diabetes yang mengalami gejala Ketoasidosis diabetikum harus segera mendapat penanganan medis.

Baca juga: Amankah Minum Kopi Bagi Penderita Diabetes?

6. Masalah ginjal

Seiring waktu, kadar glukosa yang tinggi dapat merusak pembuluh darah, termasuk ginjal. Pasalnya, ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah.

Kondisi kerusakan ginjal bisa saja tak menimbulkan tanda apapun, namun Anda wajib waspada apabila terjadi kondisi berikut.

  • urin berwarna gelap atau mengandung darah
  • urin berbusa
  • sakit di dekat ginjal (punggung bagian bawah)
  • infeksi saluran kemih

7. Gejala kardiovaskular

Orang dengan diabetes sering memiliki gejala kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Mereka mungkin juga memiliki kadar kolesterol tinggi dan obesitas, yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

  • Menurut World Journal of Diabetes yang ditayangkan Pubmed NCBI, dari semua komplikasi diabetes, penyakit kardiovaskular adalah salah satu yang paling mungkin berakibat fatal.

Siapapun yang mengalami salah satu gejala atau tanda di atas, harus segera menemui dokter, baik pasien diabetes atau bukan.

Baca juga: Memahami Kaitan Diabetes Tipe 2 dan Faktor Genetika

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.