KOMPAS.com - Banyak orang melakukan seks oral tanpa tahu bahaya di baliknya.
Padahal, infeksi menular seksual rentan terjadi melalui aktivitas seks oral.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa sekitar satu juta kasus infeksi menular seksual terjadi hampir setiap harinya.
Oleh karena itu, orang yang aktif secara seksual harus memahami bagaimana penularan dan bahaya infeksi menular seksual agar bisa mengurangi risiko penyebaran infeksi.
Baca juga: SAD, Pengaruh Perubahan Musim Pada Depresi
Beberapa penyakit menular seksual yang bisa terjadi akibat seks oral antara lain:
Herpes genital adalah virus yang ditularkan melalui kontak vagina, oral, atau anal dengan seseorang yang menderita herpes.
Gejala utama herpes adalah munculnya luka seperti lepuh pada atau di sekitar alat kelamin. Luka dapat menyebar ke paha, bokong, atau daerah terdekat lainnya.
Penyakit ini juga dapat mempengaruhi mulut, lidah, dan bibir, tergantung pada jenis herpes.
Orang yang memiliki herpes oral juga dapat menyebarkan infeksi herpes ke alat kelamin pasangan seksual mereka melalui seks oral.
Gonore adalah infeksi bakteri yang sangat menular yang menyebar melalui kontak seksual dengan vagina, penis, anus, atau mulut penderita penyakit.
Gejala yang kerap diaami penderita gonore antara lain:
Jika tidak diobati, gonore bisa menyebabkan komplikasi serius.
Pada wanita, gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan penyakit radang panggul, yang dapat menyebabkan infertilitas.
Gonore juga dapat menyebabkan kemandulan pada pria.
Sipilis adalah infeksi bakteri yang menyebar melalui vagina, oral, penis, anal, atau kontak kulit dengan luka sifilis.