Kompas.com - 04/08/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Setiap orang punya risiko tertular flu. Namun, ibu hamil atau yang baru melahirkan lebih rentan tertular dan bisa merasakan gejala yang parah.

Gejala flu pada ibu hamil umumnya sama dengan orang lain, meliputi batuk, sakit tenggorokan, demam, pusing, dan pilek.

Kendati demikian, menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), wanita hamil lebih berisiko mengalami gejala dan komplikasi parah akibat flu.

Hal ini karena paru-paru, jantung, dan sistem kekebalan tubuh mereka berubah selama kehamilan.

Baca juga: 7 Makanan yang Bisa Percepat Pemulihan Flu

Bahaya flu pada ibu hamil

Ibu hamil yang terkena flu dapat berada dalam kondisi yang harus segera ditangani, seperti bronkitis hingga pneumonia.

Selain itu, ada komplikasi lebih serius terkait flu selama kehamilan yaitu:

  1. Syok septik: kondisi mengancam jiwa yang disebabkan karena infeksi. Infeksi ini meluas sehingga bisa mengakibatkan kegagalan organ dan tekanan darah yang sangat rendah.
  2. Meningitis: radang otak dan sumsum tulang belakang, biasanya disebabkan oleh infeksi virus.
  3. Ensefalitis: radang otak yang umumnya disebabkan karena infeksi, tapi bisa juga oleh virus seperti flu.
  4. Persalinan prematur: bayi lahir sebelum minggu ke-37 kehamilan.
  5. Berat badan lahir rendah: kondisi saat bayi yang lahir memiliki berat kurang dari 2,5 kg.

Cegah flu dengan vaksin

Mencegah penularan penyakit flu adalah cara terbaik yang harus dilakukan para ibu hamil. Salah satu cara pencegahannya yaitu dengan menerima vaksin flu atau influenza.

Mengutip jurnal Clinical Infectious Diseases yang terbit pada 2016, penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa vaksin influenza tidak menyebabkan kenaikan risiko lahir mati atau still birth.

Vaksin influenza juga membuat bayi lebih sehat dan terhindar dari penularan virus flu pada 6 bulan pertama kehiidupannya. Oleh sebab itu, disimpulkan bahwa vaksin influenza sangat aman dan berguna bagi para ibu hamil.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Flu secara Alami yang Praktis di Rumah

Kendati demikian, ibu hamil tidak boleh menerima vaksin influenza semprot atau live attenuated influenza vaccine (virus influenza hidup yang dilemahkan atau LAIV).

Pasalnya, vaksin influenza semprot mengandung mikroorganisme hidup dari virus. Mikroorganisme tersebut dapat melewati plasenta dan menyebabkan infeksi virus pada janin.

Dikutip dari Medical News Today, ibu hamil juga dapat mencegah penularan flu dengan cara berikut:

  1. mencuci tangan dengan air hangat dan sabun
  2. istirahat yang cukup
  3. menghindari kontak dekat dengan keluarga atau teman yang sakit
  4. mengurangi stres
  5. olahraga secara teratur sesuai anjuran dokter spesialis kandungan
  6. menjaga asupan nutrisi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.