Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya Penyakit HIV yang Harus Jadi Perhatian

Kompas.com - 26/08/2022, 09:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Anda yang memiliki penyakit HIV juga berisiko lebih tinggi mengalami infeksi Salmonella, yang menyebabkan diare, sakit perut, dan muntah.

Selain itu, penderita HIV rentan terinfeksi usus parasit (cryptosporidiosis), yang menyebabkan masalah di saluran empedu dan usus, seperti diare kronis.

Biasanya infeksi Salmonella dan cryptosporidiosis ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi.

Baca juga: 7 Cara Penularan HIV dan Pencegahannya

4. Sistem saraf pusat (SSP)

Mengutip Healthline, sistem saraf pusat bisa masuk dalam bahaya penyakit HIV karena adanya infeksi sel yang mendukung dan mengelilingi saraf di otak dan di seluruh tubuh.

Beberapa masalah pada sistem saraf pusat akibat dari penyakit HIV bisa meliputi:

  • Neuropati
  • Vacuolar myelopathy
  • Demensia
  • Ensefalitis toksoplasma
  • Radang otak dan sumsum tulang belakang

HIV tingkat lanjut dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang dikenal sebagai neuropati. Neuropati paling sering menyebabkan rasa sakit dan mati rasa di kaki dan tangan.

Baca juga: Rama Sahetapy dan Merdianti Octavia Hadir ke Rumah Duka Ray Sahetapy

Lubang kecil pada selubung konduksi serabut saraf perifer dapat menyebabkan nyeri, kelemahan, dan kesulitan berjalan. Kondisi ini dikenal sebagai vacuolar myelopathy.

Penderita penyakit HIV juga dapat mengalami komplikasi neurologis yang signifikan, seperti demensia, suatu kondisi yang secara serius mempengaruhi fungsi kognitif.

Kemungkinan komplikasi lain, seperti ensefalitis toksoplasma juga dapat terjadi pada penderita HIV.

Baca juga: Kenakan Pakaian Serba Hitam, Istri Kedua Ray Sahetapy Melayat ke Rumah Duka

Memiliki sistem imun yang lemah menempatkan penderita penyakit HIV tingkat lanjut (AIDS) pada peningkatan risiko radang otak dan sumsum tulang belakang karena adanya parasit ensefalitis toksoplasma.

Gejalanya meliputi kebingungan, sakit kepala, dan kejang. Kejang juga dapat dialami penderita penyakit HIV akibat infeksi sistem saraf tertentu.

Penyakit HIV umum menyebabkan orang stres. Dalam kasus lebih lanjut, bahaya penyakit HIV ini menyebabkan Anda mengalami halusinasi dan psikosis.

Baca juga: 4 Perbedaan HIV dan AIDS yang Perlu Diketahui

5. Sistem integumen

Mengutip Healthline, Sistem imun yang melemah membuat kulit Anda dalam bahaya penyakit HIV lainnya.

Respons imun tubuh yang melemah membuat Anda lebih rentan terhadap virus seperti herpes, yang bisa terjadi di sekitar mulut atau alat kelamin.

HIV juga meningkatkan risiko Anda terkena herpes zoster. Kondisi ini menyebabkan ruam yang menyakitkan, seperti melepuh.

Baca juga: Pemutihan Pajak Kendaraan di Jabar, Dedi Mulyadi: Ada yang Nunggak 18 Tahun, Mau Kapan Bayarnya?

Penyakit HIV juga bisa membuat Anda rentan mengalami moluskum kontagiosum, infeksi virus yang menyebabkan tumbuhnya bintil di kulit.

Selain itu, prurigo nodularis juga dapat terjadi, menyebabkan benjolan berkerak pada kulit disertai gatal parah.

Penyakit HIV juga dapat membuat Anda rentan mengalami masalah kulit lainnya, seperti:

  • Eksim
  • Dermatitis seboroik
  • Kudis
  • Kanker kulit

Baca juga: 19 Komplikasi HIV/AIDS yang Perlu Diwaspadai

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau