Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pentingnya Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas pada Anak

Kompas.com - 10/09/2024, 07:30 WIB
Elizabeth Ayudya Ratna Rininta

Penulis

KOMPAS.com - Obesitas pada anak dapat mengakibatkan risiko sindrom metabolik, diabetes, dan berbagai penyakit kronis lainnya. 

Untuk itu, orangtua perlu mengetahui cara mencegah terjadinya obesitas pada anak

Menurut dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia Dr. dr. Inge Permadhi, SpGK (K), edukasi mengenai makanan sehat dan bergizi seimbang penting untuk menurunkan risiko obesitas pada anak. 

Baca juga: Apa Bahaya Obesitas sejak Usia Dini? Ini Ulasannya...

"Di sekolah itu gurunya harus mengajarkan kepada muridnya tentang makanan yang sehat dengan gizi seimbang. Karena anak sekarang pintar-pintar, mereka yang nanti dapat menjadi jembatan edukasi kepada orang tuanya," kata Inge, seperti ditulis Antara, Senin (9/9/2024). 

Inge menyampaikan bahwa edukasi terhadap orangtua dan sekolah harus diterapkan bersama-sama.

Sekolah diimbau untuk memberikan edukasi tentang makanan sehat serta aktivitas fisik yang cukup sehingga energi yang dimiliki anak-anak dapat disalurkan secara optimal.

Baca juga: Ribuan Kurir Antre Sepanjang 2 Kilometer untuk Retur Paket di Ulujami

Dari sisi orang tua, ia menekankan pentingnya pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang serta turut mendampingi anak-anak dalam beraktivitas fisik seperti olahraga bersama yang disukai keluarga.

Orangtua diharapkan untuk mengerti kandungan gizi dari makanan atau minuman yang dikonsumsi anak-anak.

Selain itu, orangtua juga harus mengerti terhadap kondisi anak gemuk yang disebabkan karena berlebihnya tumpukan lemak dan bukan karena otot.

Baca juga: Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Berprofesi Dosen di Amerika

Anak gemuk karena kelebihan lemak, maka orangtua dapat mengurangi asupan dari makanan dan minuman yang tinggi karbohidrat simpleks (sederhana) dan juga dari asupan lemak yang berlebihan.

Menurut Inge, hal ini dapat dimulai dengan meningkatkan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti buah dan sayur. 

Sedangkan makanan yang tinggi lemak seperti makanan berlemak atau makanan yang digoreng, perlu dihindari.

"Makanan dan minuman manis dapat meningkatkan jumlah kalori yang diasup oleh anak. Jangan lupa untuk mengurangi segala sesuatu yang ditambahkan dalam makanan atau minuman sehingga membuatnya menjadi manis," ujarnya.

Baca juga: Apa Tanda-tanda Anak Obesitas? Ini Ulasannya...

Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia itu menegaskan, konsumsi makanan minuman manis secara berlebihan terutama pada anak-anak dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik seperti diabetes melitus, hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, asam urat meningkat, hipertensi dan gangguan kesehatan lain.

Ia menambahkan, edukasi sebaiknya berpedoman pada makan sehat dengan zat gizi seimbang sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Halaman:
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau