Jumat, 25 April 2014 12:02

Kuras Racun dengan Asparagus

Selasa, 11 Mei 2010 | 10:11 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kandungan gizi asparagus sangat baik (excellent). Sayuran ini membantu pertumbuhan anak-anak, menangkal berbagai penyakit degeneratif, dan dapat menyenangkan hati.   

Nama asparagus langsung diambil dari bahasa Latinnya, yaitu Asparagus officinalis yang termasuk ke dalam famili Asparagaceae dan genus Asparagus. Dalam bahasa Yunani, asparagus disebut aspharagos, sedang dalam bahasa Persia, dikenal dengan asparag yang berarti tumbuh.

Asparagus merupakan sejenis sayuran yang merupakan tanaman berumah dua. Artinya, tanaman ini ada yang jantan dan ada yang betina. Asparagus berasal dan banyak ditanam di Amerika, khususnya Amerika Utara, antara lain Lembah California, Sacramento, New Jersey, Carolina Selatan, dan Illinois. Rebung asparagus yang diambil sebagai sayuran adalah rebung yang besar berwarna putih, lunak, dan gemuk.

Lahan yang dibutuhkan oleh sayuran asparagus adalah dataran tinggi dengan ketinggian 600-900 m di atas permukaan laut. Asparagus dapat tumbuh optimal pada suhu antara 15-25 derajat Celsius dengan curah hujan yang cukup banyak dan merata sepanjang tahun, yaitu berkisar antara 2.500-3.000 mm/tahun.

Karena itu, syarat utama lahan harus dataran tinggi, berhawa sejuk, dan dekat sumber air agar kebutuhan air di musim kemarau tercukupi. Areal dengan kondisi seperti di atas jarang ditemukan di Indonesia.

Cegah Osteoporosis

Asparagus biasanya disajikan setelah direbus dan dikukus. Di Belanda, asparagus biasanya disajikan dalam bentuk pasta. Selain itu, asparagus biasanya diminyaki dengan olive oil dan dikonsumsi bersama keju. Asparagus yang disukai adalah yang bentuknya tidak terlalu panjang. Di Indonesia, asparagus biasanya disajikan dalam bentuk sup kepiting.

Asparagus merupakan salah satu jenis sayuran yang mempunyai nilai gizi yang sangat baik. Kandungan gizi asparagus dapat dilihat pada tabel. Asparagus merupakan sumber vitamin K, asam folat, vitamin C, dan vitamin A yang sangat luar biasa (excellent).

Konsumsi 1 cangkir asparagus dapat memenuhi 114,8 persen dari kebutuhan tubuh akan vitamin K setiap hari. Vitamin K berguna untuk pengeluaran protrombin yang diperlukan untuk pembekuan darah.

Selain itu, vitamin K juga diperlukan untuk pembentukan dan perbaikan tulang. Vitamin K dapat membantu proses sintesis osteocalcin yang dapat membantu mencegah osteoporosis.

Vitamin K memainkan peran penting di dalam saluran usus dan membantu mengubah glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di dalam hati. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan gusi, hidung, usus, dan saluran kencing.

Kadar asam folat pada asparagus mencapai 262,8 mkg per cangkir. Menurut The George Mateljan Foundation, konsumsi 1 cangkir asparagus telah dapat memenuhi 65,7 persen kebutuhan tubuh akan asam folat setiap hari.

Sifat Diuretik
Asparagus dapat disajikan panas ataupun dingin. Namun, pada proses pengolahan sebaiknya hindari peralatan masak yang menggunakan besi karena kandungan tanin akan bereaksi dengan besi dan menyebabkan perubahan warna pada asparagus.
Asparagus yang baik mempunyai bentuk melingkar. Asparagus putih mempunyai flavor yang lebih lembut dibandingkan dengan asparagus hijau. Di pasaran saat ini juga terdapat asparagus ungu yang lebih terasa seperti buah dibanding asparagus putih maupun hijau.

Untuk menghasilkan flavor yang terbaik, konsumsi asparagus sebaiknya dilakukan sehari atau dua hari setelah dibeli. Asparagus sebaiknya disimpan dalam refrigerator (lemari pendingin). Hindari pencahayaan lampu atau sinar matahari saat penyimpanan karena akan merusak struktur asam folat pada asparagus.

Asparagus mempunyai sifat diuretik yang sangat baik. Hal itu disebabkan kandungan asam amino asparagin di dalamnya. Sifat diuretik tersebut dapat dimanfaatkan untuk menguras komponen toksik (racun) yang ada di dalam tubuh, yaitu melalui urin.  

Namun, konsumsi asparagus berlebih dapat menyebabkan urin (air kencing) menjadi berbau tidak sedap. Hal itu disebabkan kombinasi methyl mercaptan dengan S-methyl-thioacrylate dan S-methyl-3- (methylthio)thiopropionate.

Penderita gout atau asam urat disarankan untuk tidak mengonsumsi asapargus secara berlebihan. Hal itu disebabkan kandungan purinnya yang cukup tinggi.

Sahabat Hati
Asparagus juga diunggulkan sebagai bahan pangan yang kaya akan triptofan, vitamin B1, B2, B3, B6, mangan, serat pangan, tembaga, fosfor, kalium, dan protein (kategori very good). Kandungan gizi lain yang cukup potensial adalah besi, seng, magnesium, selenium, dan kalsium (kategori good).  

Asparagus kaya akan triptofan yang biasanya banyak terdapat pada produk hewani, seperti daging dan telur. Triptofan merupakan asam amino penghasil serotonin, yaitu suatu hormon untuk mengendurkan saraf pada pusat otak. Itulah sebabnya, serotonin juga sering disebut sebagai hormon penidur.

Triptofan juga berfungsi untuk mengubah suasana hati, yakni makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki reaksi kimia yang dapat memengaruhi perasaan yang diproduksi otak. Bila perasaan positif, hidup pun jauh lebih bahagia.

Selain itu, asparagus juga kaya akan vitamin B kompleks dan sejumlah mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan seratnya juga tergolong dalam kategori sangat baik.

Serat mempunyai manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat penyerapan lemak atau kolesterol dalam usus besar, sehingga kadar kolesterol dalam darah tidak meningkat. @

Prof DR. Made Astawan
Ahli Teknologi Pangan dan Gizi


Sumber :
Tabloid Gaya Hidup Sehat
Editor :
acandra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui