Selasa, 21 Februari 2017

Health

KONSULTASI SEKS Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi)

Pengaruh Hormon Testosteron pada Kesuburan Pria

Shutterstock Rencanakan kehamilan sehat sejak awal.

TANYA:
Prof, saya sudah menikah dengan istri selama 2 tahun dan saat ini sedang mengikuti program kehamilan karena istri belum hamil juga. Setelah pemeriksaan ke istri, dokter juga mengharuskan saya diperiksa. Selain cek sperma saya juga diambil darah untuk mengetahui kadar testosteron tapi belum diketahui hasilnya.

Yang ingin saya tanyakan, apakah pentingnya harus dicek testosteron segala. Mohon penjelasan dokter kaitannya dengan kehamilan. Apakah kalau kadarnya rendah bisa bikin istri sulit hamil? Terima kasih penjelasannya dok.
Aryo (33), Palembang

 

JAWAB:

Sebenarnya langkah penanganan gangguan kesuburan pria sebagai berikut:
1. Lakukan pemeriksaan fisik termasuk organ kelamin meliputi testis (buah pelit) dan penis
2. Pemeriiksaan sperma
3. Kalau diperlukan lakukan pemeriksaan hormon yang terkait yaitu LH, FSH, testosteron

Hormon testosteron adalah salah satu hormon yang diperlukan dalam proses pembentukan sperma disamping hormon lain di atas.

Kalau hormon testosteron kurang, proses pembentukan sperma bisa terganggu. Tapi kalau terlalu berlebihan pembentukan sperma juga terganggu.

Editor : Lusia Kus Anna

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat