Jumat, 31 Maret 2017

Health

Kurang Cinta Kasih Memupuk Rasa Kebencian

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Ratusan warga dari berbagai wilayah berkumpul untuk mengikuti Parade Bhineka Tunggal Ika di kawasan Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016). Warga mengikuti Parade Bhinneka Tunggal Ika untuk merekatkan kembali rasa persatuan bangsa dan juga menjadi momentum refleksi atas sejumlah kejadian yang terjadi beberapa waktu belakangan, seperti pengeboman Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 13 November 2016.

KOMPAS.com — Hati yang dipenuhi cinta kasih akan memberi rasa nyaman dan membuat hubungan dengan sesama menjadi indah.

Psikolog Bona Sardo mengatakan, cinta kasih ibarat sebuah tangki yang harus diisi setiap saat setiap hari. Kurangnya cinta kasih bisa menimbulkan kebencian sesama manusia. Bagaimana caranya untuk memupuk cinta dan kasih sayang ini?

"Agar kita menjadi lebih mencintai dan mengasihi satu sama lain, pertama kita menyadari dulu bahwa manusia itu berbeda. Manusia itu unik. Karena berbeda, manusia punya kelompok-kelompoknya sendiri yang harus kita hargai," tutur Bona saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/2/2017).

Menurut Bona, setiap manusia bisa keliru, tak selalu benar. Mengumbar kebencian terus-menerus hanya akan mengganggu relasi dengan orang lain, menguras energi, dan memicu stres.

Psikolog yang praktik di RS Mitra Keluarga Depok ini mengatakan, mengajarkan cinta kasih kepada orang dewasa terkadang lebih penuh tantangan. Sebab, orang dewasa sudah memiliki skema berpikir sendiri.

Tak mudah mengurangi proporsi kebencian yang besar dalam diri seseorang. Diperlukan kesadaran dari dalam diri orang itu sendiri. Walau begitu, orang terdekat bisa mengingatkan.

"Orang terdekat, mungkin sahabatnya, bisa menegur secara sehat. Kalau dibiarkan saja, orang itu akan merasa dia adalah yang benar. Dengan ditegur, setidaknya orang akan berpikir, oh berarti saya salah ya," kata Bona

Untuk mengusir rasa benci, ubahlah kebiasaan mengumbar hal negatif menjadi lebih positif, baik itu dalam aktivitas sehari-hari maupun dalam percakapan di media sosial. Percayalah, penuh cinta kasih akan membuat hati lebih nyaman dibanding penuh kebencian.

Penulis: Dian Maharani
Editor : Lusia Kus Anna