Salin Artikel

Benarkah Pola Asuh Tentukan Kepribadian Anak Sulung, Tengah, dan Bungsu bak Film NKCTHI?

Karya adaptasi dari buku berjudul sama buatan Marchella FP ini, mengajak penonton menyelami suara hati setiap anggota keluarganya.

Sekilas, keluarga dengan tiga anak yang mulai tumbuh dewasa ini tampak utuh dan bahagia.

Namun, dalam diam, kakak beradik Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara), dan Awan (Rachel Amanda) bergelut dengan konflik batinnya masing-masing.

Sutradara Angga Dwimas Sasongko menggerakkan cerita film NKCTHI dengan memunculkan trauma besar di keluarga tokoh sentralnya.

Dari situ, sudut pandang menjalani kehidupan sebagai anak sulung, tengah, dan bungsu, seolah "ditelanjangi".

Anak sulung menganggap dirinya diserahi tanggung jawab menjaga adik-adiknya.

Sedangkan, anak tengah merasa diabaikan.

Sementara itu, anak bungsu merasa tidak mampu membuat keputusan, karena segalanya sudah diupayakan anggota keluarga lainnya.

Di media sosial, orang yang telah menonton film NKCTHI jamak mengasosiasikan dirinya menjadi anak sulung, tengah, bungsu, maupun kombinasi ketiganya.

Film pun banjir apresiasi lantaran dianggap mewakili suara hati mereka.

Teori urutan kelahiran

Tema pergulatan batin anak sulung-tengah-bungsu memang baru diangkat di film.

Namun, di dunia psikologi tema urutan kelahiran anak (birth order) sudah dibahas sejak puluhan tahun silam.

Psikolog Dr. Kevin Leman telah mempelajari urutan kelahiran sejak 1967.

Ia pun menerbitkan buku The Birth Order Book: Why You Are the Way You Are.

Leman berpendapat, urutan kepribadian memengaruhi perbedaan kepribadian antara anak sulung-tengah-bungsu.

Sejak itu, riset peran urutan kelahiran dalam memengaruhi kepribadian anak sulung-tengah-bungsu terus bergulir.

Kepribadian anak sulung-tengah-bungsu

Melansir Parents, psikolog sekaligus penulis buku Birth Order Blues, Meri Wallace, juga berpendapat kepribadian anak terkait dengan urutan kelahirannya.

"Memang ada hubungan antara cara orang tua berinteraksi dengan urutan anak di keluarga. Tapi setiap posisi anak memiliki tantangan tersendiri," jelasnya.

Berikut ini kepribadian anak mengacu pada urutan kelahirannya:

1. Anak sulung

Pasangan biasanya membesarkan anak pertama atau sulung dengan pendekatan coba-coba.

Lumrah, orang tua jamak mencurahkan perhatiannya saat sulung lahir.

Anak pertama pun jadi sangat diperhatikan, diberi aturan ketat, dan dikontrol.

Kebiasaan tersebut membuat anak sulung tumbuh dengan karakter:

2. Anak tengah

Saat anak tengah lahir, orang tua sudah punya pengalaman membesarkan anak dari pengalaman pertama.

Perhatian orang tua biasanya juga tidak tercurah pada satu anak, melainkan dibagi-bagi.

Karena berada di antara sulung dan bungsu, anak tengah biasanya punya kepribadian:

  • Merasa kurang perhatian
  • Sering merasa dibandingkan dengan saudaranya
  • Suka mengalah atau menyenangkan orang lain
  • Terkadang cenderung memberontak
  • Punya lingkaran sosial yang besar dan kuat di luar keluarga
  • Pembuat damai

3. Anak bungsu

Anak terakhir terlahir setelah kakak-kakaknya lebih dulu hadir di tengah keluarga.

Kehadirannya terjadi saat orang tua sudah punya pengalaman membesarkan anak sulung dan tengah.

Faktor itu disebut memengaruhi karakter atau kepribadiannya. Antara lain:

  • Menyenangkan
  • Simpel atau tidak ribet
  • Manipulatif
  • Supel
  • Ingin menjadi pusat perhatian
  • Cenderung memikirkan diri sendiri

Lain karakter, lain pendekatannya

Dengan mengetahui karakter anak sulung, tengah, dan bungsu, orang tua dapat menerapkan pola asuh anak sesuai kepribadiannya.

Melansir Huffington Post, Leman berpendapat  posisi anak di keluarga dan kepribadian anak yang unik dapat menjadi bekal masa depan.

Orang tua perlu mengarahkan kekuatan dari karakter anak sulung, tengah, atau bungsu, untuk diubah menjadi potensinya.

1. Anak sulung

Anak sulung sempat menjadi pusat perhatian sebelum saudaranya lahir.

Praktis, perhatian orang tua yang tercurah menjadi bonus misalkan sering dibacakan buku, mendapat gizi baik, dll.

Riset menunjukkan, anak sulung cenderung berprestasi, punya IQ tinggi, dan mendapat kesempatan yang belum sempat dicicipi saudaranya.

Namun, anak pertama biasanya cenderung ambisius dan takut gagal.

Akibatnya, anak sulung cenderung kaku atau tidak fleksibel. Mereka juga enggan meninggalkan zona nyaman.

Selain itu, anak sulung kerap dibebani tanggung jawab di rumah.

Beban itu bisa memacu stres lantaran anak pertama punya kecenderungan menjadi sempurna.

2. Anak tengah

Anak di antara sulung dan bungsu biasanya tipe manut. Karena secara alami mereka acapkali disuruh berkompromi.

Anak tengah pernah menjadi "kesayangan" di rumah, sampai adiknya hadir.

Ini dapat membuat anak tengah beranggapan orang tua tidak peduli seperti dulu. Dan mereka tidak berharga.

Mereka pun jadi lebih nyaman dengan orang di luar rumah. Anak tengah berada di posisi paling sulit sehingga butuh perhatian agar tidak "tersesat".

3. Anak bungsu

Anak terakhir biasanya bukan yang terkuat atau terpintar di keluarga.

Namun mereka punya cara mendapatkan perhatian dan tak perlu usaha ekstra untuk menjadi sorotan.

Anak terakhir biasanya juga bersemangat dan berpikiran lebih terbuka.

Karena relatif diberi kelongaran untuk aturan, anak bontot atau bungsu biasanya jadi lebih manja.

https://health.kompas.com/read/2020/01/05/110600368/benarkah-pola-asuh-tentukan-kepribadian-anak-sulung-tengah-dan-bungsu-bak

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Abses Perianal
Abses Perianal
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

5 Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Perianal

Abses Perianal

Penyakit
6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

6 Efek Hipertensi pada Tubuh yang Penting Diperhatikan

Health
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme

Penyakit
14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

14 Makanan untuk Bantu Mengatasi Sembelit

Health
8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.