Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bukan Hanya Pukulan, Ini 7 Sebab Kulit Bisa Memar dan Lebam

KOMPAS.com- Tanda memar pada kulit kerap kali dikaitkan dengan luka akibat pukulan atau benturan. Padahal tidak semuanya demikian.

Trauma tersebut bisa juga disebabkan oleh luka sayatan yang mengakibatkan pecahnya kapiler atau pembuluh darah kecil di bagian tubuh tertentu.

Dalam kondisi itu, darah terperangkap di bawah permukaan kulit sehingga menyebabkan memar.

Beberapa memar muncul dengan sedikit rasa sakit dan umumnya ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kemerahan hingga hitam kebiruan.

Meski memar biasa terjadi, penting bagi kita untuk memastikan apakah kondisi itu butuh perawatan medis atau tidak.

Pasalnya, lebam atau memar bisa juga dikatikan dengan gejala sejumlah penyakit. 

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab terjadinya memar selain karena benturan:

1. Cidera saat beraktivitas

Cidera saat melakukan aktivitas, terutama olahraga bisa memicu terjadinya memar.

Cidera yang dimaksud, antara lain berupa pembengkakan otot, otot robek, keseleo, tegengangan otot, dan termasuk patah tulang.

Cidera ini bisa terjadi karena terlalu sering digunakan maupun trauma.

2. Trombositopenia

Trombositopenia merupakan kondisi di mana jumlah trombosit di dalam darah lebih rendah dari normal.

Gejalanya kondisi ini bervariasi sesuai dengan tingkat keparahannya.

Gejala yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Memar merah, ungu, atau coklat
  • Ruam dengan titik merah atau ungu kecil Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Perdarahan berkepanjangan
  • Darah dalam tinja dan urin
  • Muntah berdarah
  • Pendarahan menstruasi yang berat

3. Leukemia

Kondisi ini merujuk pada beberapa jenis kanker darah yang terjadi ketika sel darah putih di sumsum tulang tumbuh tidak terkendali.

Gejala umum yang menyertai serangan leukimia, antara lain:

  • Mudah memar
  • Mudah berdarah
  • Kelenjar getah bening membengkak terutama di leher dan ketiak
  • Pembesaran hati atau limpa
  • Bintik merah pada kulit (petechiae)

4. Penyakit Von Willebrand (VWF)

Penyakit Von Willebrand (VWF) adalah gangguan pendarahan yang disebabkan oleh kurangya kadar VWF di dalam tubuh.

Jika level VWF fungsional rendah, trombosit dalam tubuh tidak akan dapat membeku dengan benar.

Kondisi ini akan menyebabkan perdarahan yang berkepanjangan.

Gejala yang paling umum pada kasus VWF, yakni memar, mimisan berlebihan, perdarahan yang berkepanjangan setelah cedera, hingga pendarahan dari gusi.

5. Ketegangan otot

Strain otot terjadi ketika otot meregang atau sobek karena terlalu sering digunakan.

Gejalanya bukan hanya kram, tapi juga bisa menumbulkan memar atau perubahan warna kulit, rasa sakit yang tiba-tiba, nyeri, termasuk kejang otot.

6. Hemofilia

Hemofilia merupakan kelainan pada proses pendarahan tubuh, di mana darah tidak dapat menggumpal dengan sempurna.

Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh lebih mudah memar, berdarah, muncul pendarahan di gusi, bahkan pendarahan pada otak.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu terkait penyakit hemofilia, lebih baik segera konsukltasukan kepada dokter.

7. Trombosis vena dalam (DVT)

Trombosis vena dalam adalah kondisi serius yang terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di vena yang terletak jauh di dalam tubuh.

Gejalanya meliputi pembengkakan di kaki, bengkak di pergelangan kaki, hingga nyeri kram pada betis.

Gejala lain, yakni kulit yang terkena lebih hangat daripada kulit di sekitarnya, dan berubah menjadi pucat atau memar.

https://health.kompas.com/read/2020/01/08/170000468/bukan-hanya-pukulan-ini-7-sebab-kulit-bisa-memar-dan-lebam

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke