Salin Artikel

10 Gejala Diabetes Tipe 2 yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com - Diabetes tipe 2 adalah kondisi medis kronis yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) tinggi di aliran darah.

Pada kondisi normal, hormon insulin dapat membantu memindahkan glukosa dari darah untuk masuk ke dalam ke sel-sel, di mana senyawa ini digunakan sebagai bahan bakar energi.

Sementara, dengan diabetes tipe 2, sel-sel tidak dapat merespons insulin sebaik yang seharusnya.

Pada tahap selanjutnya dari kondisi ini, tubuh mungkin juga tidak menghasilkan cukup insulin.

Dilansir dari Medical News Today, diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kadar glukosa darah tinggi secara kronis.

Kondisi ini pada gilirannya bisa menyebabkan beberapa gejala merugikan dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah, saraf, dan kekebalan tubuh.

Penyakit diabetes tipe 2 dulu lebih sering terjadi pada orang tua.

Tetapi kini, peningkatan jumlah anak dengan obesitas telah menyebabkan lebih banyak kasus diabetes tipe 2 pada kalangan anak-anak dan remaja.

Hingga saat ini, belum ada obat untuk diabetes tipe 2. Namun, menurunkan berat badan, makan dengan baik, dan berolahraga diyakini dapat membantu mengntrol penyakit.

Jika diet dan olahraga tidak cukup untuk mengelola gula darah, seseorang mungkin juga memerlukan obat diabetes atau terapi insulin.

Gejala diabetes tipe 2

Melansir Mayo Clinic, tanda dan gejala diabetes tipe 2 sering berkembang secara perlahan.

Bahkan, seseorang bisa hidup dengan diabetes tipe 2 selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya.

Berikut ini adalah beberapa gejala diabetes tipe 2 yang bisa terjadi:

  1. Rasa haus yang meningkat
  2. Sering buang air kecil
  3. Meningkatnya rasa lapar
  4. Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  5. Mudah lelah atau kekurangan energi
  6. Penglihatan kabur
  7. Luka yang lambat atau sulit sembuh
  8. Infeksi yang sering terjadi
  9. Mati rasa atau kesemutan di tangan atau kaki
  10. Area kulit gelap, biasanya di ketiak dan leher

Siapa saja dianjurkan untuk dapat segera menemui dokter jika mencurigai memiliki tanda atau gejala diabetes tipe 2.

Cara mendiagnosis diabetes tipe 2

Merangkum Health Line, untuk mendignosis diabetes pada seseorang, dokter dapat melakukan sejumlah tes darah.

Ini mungkin termasuk:

1. Pemeriksaan HbA1c

Pemeriksaan HbA1c berfungsi untuk mengukur rata-rata jumlah hemoglobin A1c yang berikatan dengan gula darah (glukosa) selama tiga bulan terakhir.

Seseorang tidak perlu berpuasa untuk tes ini dan dokter dapat melakukan diagnosis diabetes tipe 2 berdasarkan hasil pemeriksaan HbA1c.

2. Tes glukosa plasma puasa

Tes ini berguna untuk mengukur berapa banyak glukosa dalam plasma.

Seseorang mungkin perlu berpuasa selama 8 jam sebelum mengikuti tes.

3. Tes toleransi glukosa oral (TTGO)

Dalam TTGO, darah akan diambil tiga kali, yakni sebelum, 1 jam setelah, dan 2 jam setelah minum cairan glukosa.

Hasil tes akan menunjukkan seberapa baik tubuh dalam menangani glukosa sebelum dan sesudah minum cairan gluksa.

Jika seseorang didiagnosis menderita diabetes, dokter akan memberi informasi tentang cara mengelola penyakit.

Ini mungkin termasuk:

  • Cara memantau kadar glukosa darah sendiri
  • Rekomendasi diet
  • Rekomendasi aktivitas fisik
  • Informasi tentang obat apa pun yang dibutuhkan

Penderita diabetes tipe 2 mungkin perlu menemui ahli endokrinologi yang berspesialisasi dalam pengobatan diabetes.

https://health.kompas.com/read/2021/11/19/080300468/10-gejala-diabetes-tipe-2-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

Health
4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

Health
7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

Health
6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

Health
Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Health
Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Health
Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Health
13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

Health
Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Health
Kanker Lidah

Kanker Lidah

Penyakit
Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Health
4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

Health
5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

Health
Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Health
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.