Kompas.com - 29/05/2013, 13:55 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Mengikuti perlombaan lari, termasuk lari maraton, kini sedang menjadi tren. Tetapi tahukah Anda bahwa lari jarak jauh ternyata hanya memiliki sedikit manfaat kesehatan.

Meski didesain untuk berlari, tubuh manusia ternyata hanya bisa mendapatkan manfaat maksimal dari lari sejauh total 48 kilometer perminggu berupa penurunan berat badan yang cukup besar.

Penelitian menunjukkan, olahraga yang berlebihan (exercise overdose) sebenarnya hanya berdampak kecil terhadap kesehatan dibandingkan dengan lari jarak menengah.

Riset terbaru menunjukkan bahwa ekstra panjang umur yang didapatkan dari olahraga lari secara teratur mungkin akan hilang jika kita berlari lebih dari 48 kilometer per minggu.

Manfaat lainnya, seperti penurunan tekanan darah, kadar kolesterol, dan penyakit jantung juga akan berkurang sampai separuhnya karena berlari jarak jauh meningkatkan risiko gangguan irama jantung dan terbentuknya plak di arteri koroner.

"Pelajaran yang saya ambil dari 40 tahun bergelut di bidang kardiologi adalah jika terlalu banyak asap biasanya ada api," kata Dr.Paul Thompson, spesialis kedokteran olahraga.

Beberapa kasus juga menguatkan pendapat para ahli tersebut. Misalnya saja Normann Stadler, pemenang dua kali Ironman Triathlon World Championship, yang memerlukan operasi aortic aneurysm, tonjolan di bagian aorta sehingga rentan mengalami perdarahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi tersebut diduga cepat memburuk akibat latihan olahraga yang terlalu berat. Penelitian terbaru juga menunjukkan kaitan antara latihan ketahanan atletik dengan pembesaran aorta.

Studi lain menunjukkan peningkatan level plak di pembuluh jantung pada mantan pelari maraton. Menurut Dr.John Mandrola, pakar jantung, hal tersebut dipicu oleh latihan intensif yang dilakukan para pelari maraton.

"Penyakit jantung terbentuk karena inflamasi dan jika Anda secara konstan dan dalam jangka waktu lama melakukan inflamasi pada diri sendiri, tanpa ada kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat, tak heran jika ada kaitan antara penyakit jantung dan olahraga berlebihan," kata Mandrola.

Meski begitu penelitian lain menyatakan hal yang sebaliknya. Batasan dalam melakukan olahraga lari disebutkan hanya jumlah kilometer yang bisa dilakukan pria dan wanita dalam seminggu.

Mandrola, yang juga seorang pelari maraton dan aktif bersepeda, mengatakan bahwa yang terpenting adalah moderasi, tidak melakukan sesuatu hal secara berlebihan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
Nyeri Payudara

Nyeri Payudara

Penyakit
6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

6 Ciri ciri Haid Menjelang Menopause

Health
Insomnia

Insomnia

Penyakit
10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

Health
Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.