Kompas.com - 18/06/2013, 10:29 WIB
Pilih potongan daging yang sesuai dengan jenis masakan yang ingin dibuat SHUTTERSTOCKPilih potongan daging yang sesuai dengan jenis masakan yang ingin dibuat
|
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Peringatan bagi Anda yang gemar mengonsumsi daging merah. Sebuah penelitian di Singapura menunjukkan tingginya konsumsi daging merah akan meningkatkan risiko diabetes.

Riset tersebut dilakukan oleh An Pan, profesor di National University of Singapore. Dalam penelitiannya ia mengikuti 149.000 pria dan wanita di Amerika Serikat selama 12-16 tahun. Setiap empat tahun, para partisipan diwawancara untuk mengetahui berapa banyak daging yang dimakan setiap hari.

Secara umum, para partisipan makan daging sekitar setengah porsi sampai dua porsi setiap hari. Satu porsi setara dengan dua potong daging asap, satu hotdog, atau tiga ons hamburger.

Di akhir penelitian, ditemukan 7.540 kasus diabetes tipe dua dari para responden. Pada 41.236 orang yang tidak mengubah kebiasaan makan daging, ditemukan 1.758 kasus diabetes.

Orang yang porsi makan dagingnya bertambah sekitar setengah porsi, risikonya dua kasus diabetes pada 300 orang, dibandingkan dengan orang yang porsinya tetap, yakni hanya satu kasus pada 300 orang.

Meski begitu, mengurangi konsumsi daging merah tidak langsung berdampak pada empat tahun pertama. Mengenai hal ini, menurut Pan, efeknya memang lebih lama.

"Jika kita melakukan sesuatu yang buruk, dampaknya akan langsung terlihat, tetapi untuk gaya hidup sehat, kita harus menunggu agak lama dan perubahannya terakumulasi," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati riset tersebut tidak secara jelas membuktikan daging merah menyebabkan diabetes, tetapi studi lain sebelumnya juga mengaitkan kebiasaan makan daging merah dengan penyakit diabetes melitus.

Menanggapi penelitian ini, William Evans, dosen dari Duku University, mengatakan sebenarnya yang penting adalah pola makan secara keseluruhan.

"Jika seseorang mengurangi konsumsi daging tapi menggantinya dengan keju, tentu saja akan percuma," katanya.

Karena itu, untuk mencegah penyakit diabetes, selain pola makan perlu diperhatikan pula kebiasaan sehat lainnya, seperti pola makan seimbang, aktif berolahraga, hingga mengatur waktu istirahat yang cukup.


Sumber

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

8 Akibat Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Pinggul

Displasia Pinggul

Penyakit
8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

8 Cara Menjaga Kesehatan Jantung di Masa Pandemi Covid-19 menurut Ahli Perki

Health
Radang Permukaan Lidah

Radang Permukaan Lidah

Penyakit
13 Makanan untuk Melancarkan BAB

13 Makanan untuk Melancarkan BAB

Health
Gusi Bengkak

Gusi Bengkak

Penyakit
13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

13 Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung Tanpa Bantuan Obat

Health
Biang Keringat

Biang Keringat

Penyakit
Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Bagaimana Diabetes Bisa Menyebabkan Kerusakan Tendon?

Health
Mata Gatal

Mata Gatal

Penyakit
Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Memahami Hubungan Hepatitis C dan Diabetes

Health
Iritis

Iritis

Penyakit
6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Pembengkakan Hati yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Gusi

Abses Gusi

Penyakit
Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Cegah Covid-19, Ini Panduan IDAI Dalam Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.