Kompas.com - 02/09/2013, 16:47 WIB
ilustrasi shutterstockilustrasi
Penulis Asep Candra
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com —
Tinggi badan pria di Eropa mengalami kenaikan rata-rata 11 sentimeter selama kurun waktu 1870 sampai 1980. Fakta tersebut terungkap melalui sebuah analisis para ahli yang dipublikasikan dalam jurnal Oxford Economic Papers.

Menggunakan data rekam medis modern dan arsip militer pada abad ke-15, para peneliti melakukan analisis data ribuan pria di kawasan Eropa berusia rata-rata 21 tahun.

Dari penelusuran itu terungkap, pria di wilayah Eropa Utara mencatat pertumbuhan tinggi badan terbesar selama rentang waktu Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Sementara pria di wilayah Eropa Selatan mengalami kenaikan tinggi badan paling signifikan setelah masa Perang Dunia II.

Pakar ekonomi dari Australian National University di Canberra dan University of Essex di Inggris berpendapat, fenomena kenaikan ini adalah suatu hal yang luar biasa.

Bukti menunjukkan bahwa hal paling penting penyebab kenaikan (tinggi badan) ini adalah membaiknya lingkungan. Naiknya pendapatan dan tingkat pendidikan serta berkurangnya jumlah anggota keluarga tidak memberi efek yang besar.

Pada 1980, pria Belanda memiliki rata-rata tinggi badan  paling tinggi di antara 15 negara lain. Sementara pria yang rata-rata kenaikan tinggi badan paling rendah adalah pria Portugal, yaitu hanya sekitar 1,73 cm.

Peneliti mengakui, sejauh ini, pihaknya baru dapat menganalisis tinggi badan pria karena data mengenai tinggi badan wanita masih sangat terbatas pada periode ini. Temuan lainnya mengenai kenaikan tinggi badan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi badan pria Eropa jauh meninggalkan Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan pada era yang ditandai dengan  industrialisasi, urbanisasi, ditemukannya antiobiotika dan perluasan sistem kesehatan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

6 Manfaat Kaviar dan Alasan Harganya Mahal

Health
Penyakit Retina

Penyakit Retina

Penyakit
6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

6 Cara Menjaga Kuantitas dan Kualitas Produksi ASI

Health
Bronkopneumonia

Bronkopneumonia

Penyakit
3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

3 Minuman yang Baik Dikonsumsi oleh Penderita Asma

Health
Ruam Popok

Ruam Popok

Penyakit
8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

8 Cara Menurunkan Kadar Asam Urat secara Alami Tanpa Obat

Health
Gagal Ginjal Akut

Gagal Ginjal Akut

Penyakit
Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius, Kenali Penyebab Nyeri Lengan Kiri

Health
Orthorexia

Orthorexia

Penyakit
4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

4 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Usus

Health
IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.