Vaksinasi Rabies, Sayangi Hewan Lindungi Manusia

Kompas.com - 05/10/2013, 13:23 WIB
shutterstock
|
EditorWardah Fazriyati
KOMPAS.com - Selain penting untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan, pemberian vaksin antirabies pada hewan akan memberikan perlindungan kepada manusia dari dampak gigitan hewan dengan rabies. Suntikan vaksin antirabies pada hewan juga bisa mencegah risiko kematian hingga 100 persen pada manusia. Pemberian vaksin pada hewan juga lebih efektif mencegah rabies dibanding vaksin pada manusia.

Kondisi ini mewajibkan hewan yang berpotensi terserang rabies memperoleh vaksinasi. Hewan yang berpotensi terserang rabies adalah kucing, anjing, atau monyet. Ketiganya dekat dengan manusia dan sebagian menjadi hewan peliharaan.

“Pemilik hewan harus memberi vaksin rabies pada peliharaannya. Pemberian vaksin pada hewan lebih efektif mencegah rabies dibanding vaksin pada manusia,” kata Ditjen P2PL Kementrian Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama pada seminar bertajuk Kenali dan Lawan Rabies, Menyongsong Indonesia Bebas Rabies pada 2020, di Jakarta.

Hewan tersebut merupakan pembawa virus lyssa dari golongan Rhabdovirus, yang menyebabkan rabies. Bila hewan sudah terlindungi dari rabies, luka yang timbul hanya sebatas luka gigitan. Gigitan ini tidak menginfeksi virus rabies pada tubuh manusia.

“Suntikan rabies juga merupakan wujud sayang dan tanggung jawab kita atas hewan yang dipelihara. Tanggung jawab ini tidak sebatas memberi makan, minum, dan tempat tinggal, tapi juga menjaga kesehatannya,” kata Kepala Sub Direktorat Pencegahan Pemberantasan Penyakit Hewan Direktorat Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian RI, drh. Mardiatmi.

Hewan yang berpotensi terserang rabies sebaiknya diberi suntikan vaksin segera setelah lahir. Hal ini dikarenakan virus rabies bisa segera menyerang tanpa memandang umur hewan. Tinggalkan pola lama di mana penyuntikan vaksin dilakukan saat anjing maupun kucing berumur kurang lebih 20 minggu.

Dalam kurun waktu 14 hari setelah suntikan, sebaiknya jangan biarkan anjing atau kucing keluar rumah. Hal ini dikarenakan antibodi belum tersedia dalam jumlah cukup untuk membentengi hewan dari serangan rabies. Hewan peliharaan juga sebaiknya tidak dimandikan selama dua minggu pertama pascasuntikan vaksin.

Jika Anda membeli anjing atau kucing dari toko hewan, sebaiknya tunggu satu minggu untuk memberikan suntikan vaksin. Hal ini dilakukan supaya hewan bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungannya yang baru.

Suntikan ini kemudian diulang tiap tahun. “Sebaiknya sebelum batas dua minggu terlewati, kontak dengan hewan peliharaan dibatasi. Karena kita belum tahu bagaimana status kesehatannya. Batasi juga kontak dengan hewan atau kucing liar” kata Mardiatmi.

Rabies merupakan penyakit berbahaya yang menyerang susunan saraf pusat. Manusia yang terserang rabies kemungkinan besar meninggal dalam kurun waktu 4-6 hari, atau yang paling singkat dalam waktu 24 jam.

Penyakit ini sebetulnya bisa dicegah dengan memberikan vaksin rabies pada anjing, kucing, atau monyet peliharaan. “Apalagi kita ingin bebas rabies pada 2020. Vaksin merupakan cara yang paling efektif karena bisa memutus rantai penularan, baik pada sesama hewan maupun manusia,” kata Mardiatmi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X