Kompas.com - 21/05/2014, 10:07 WIB
Ilustrasi berolahraga di gym ShutterstockIlustrasi berolahraga di gym
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com -- Latihan olahraga dengan intensitas tinggi (high intensity interval training/HIIT) kini makin banyak dipilih mereka yang ingin mendapatkan manfaat kebugaran dan kekuatan otot tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam. Meski dilakukan dalam waktu singkat, tetapi hasilnya setara dengan latihan olahraga pada umumnya.
 
Olahraga dengan intensitas tinggi diketahui memiliki dampak yang besar ke tubuh, khususnya persendian hingga fungsi organ-organ vital seperti jantung. Bagi orang yang sudah terlatih, melakukan HIIT mungkin tidak akan terlalu masalah, tetapi bagaimana dengan orang yang tidak terlatih, bahkan orang yang baru akan berolahraga kembali?

Menurut dokter spesialis olahraga Zaini K Saragih, jika dilakukan dengan benar, HIIT aman dilakukan, baik bagi orang yang terlatih (atlet) maupun pemula. Keduanya juga sama-sama mendapat manfaat dari melakukan HIIT.
 
"Namun, yang perlu diingat adalah interval saat melakukannya, bagi keduanya tentu berbeda," tegasnya saat diwawancara pada Selasa (20/5/2014) di sebuah acara yang digelar Fitness First di Jakarta.
 
Zaini menjelaskan, interval yang digunakan dalam HIIT dapat divariasikan sesuai dengan kemampuan tubuh. Misalnya, orang yang tidak terlatih bisa melakukan HIIT dengan 30 detik olahraga intensitas tinggi, kemudian 3 x 30 detik berikutnya olahraga dengan intensitas rendah, kemudian kembali meningkatkan intensitas olahraga, dan seterusnya.
 
Sementara itu, orang yang terlatih bisa melakukannya dengan 30 detik olahraga intensitas tinggi, kemudian olahraga intensitas rendahnya bisa dilakukan 30 detik saja, dan kembali olahraga intensitas tinggi. Dengan kata lain, fase "istirahat" dari HIIT bisa dipersingkat.
 
Menurut Zaini, dalam satu fase olahraga intensitas tinggi, orang bisa melakukannya sepanjang kurang dari satu menit. Waktu yang paling ideal, menurut dia, adalah 30 detik. Jika lebih lama dari itu, dampak pada tubuh akan sangat besar dan merusak.
 
Selama ini HIIT memang lebih banyak dilakukan oleh orang tanpa masalah kesehatan yang kronis. Namun, Zaini mengatakan, orang yang mempunyai riwayat penyakit pun bisa melakukan HIIT dengan konsultasi ke dokter terlebih dulu.

Dengan melakukan HIIT selama 2,5 jam, lanjut dia, manfaat yang diperoleh juga sama seperti latihan endurance atau ketahanan selama 10,5 jam. Manfaat lainnya yaitu lebih efektif membakar lemak daripada latihan biasa.

 
"Ini karena setelah melakukan HIIT pun lemak dalam tubuh masih dibakar selama 24 jam ke depan," kata dokter yang pernah tergabung dalam tim dokter Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini.
 
Zaini menjelaskan, pada prinsipnya HIIT bisa diterapkan pada semua jenis olahraga aerobik. Misalnya lari, 30 detik dilakukan dengan intensitas tinggi, kemudian 30-90 menit selanjutnya dilakukan dengan intensitas rendah.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.