Kompas.com - 16/06/2014, 13:17 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Indonesia telah dinyatakan bebas malaria, namun belum untuk demam berdarah dengue (DBD). Padahal keduanya sama-sama penyakit yang penularannya melibatkan nyamuk.

Menurut Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, Sri Rezeki S Hadinegoro, meskipun malaria dan demam berdarah sama-sama ditularkan melalui nyamuk, namun penyebabnya berbeda. Jika malaria disebabkan oleh parasit plasmodium, sedangkan DBD disebabkan oleh virus dengue. Penyebab yang berbeda inilah yang mempengaruhi perbedaan gejala keduanya.

"Gejala malaria lebih mudah dikenali dibandingkan DBD, seperti menggigil, keluar keringat dingin, organ limpa yang diraba terasa membesar. Sedangkan DBD, gejala awalnya hanya demam," ujar dia dalam konferensi pers bertema "Unity and Harmony, Menuju Jakarta Bebas DBD 2020" di Jakarta, Minggu (15/6/2014).

Sri mengatakan, karena gejala malaria mudah dikenali sehingga penanganan dapat langsung dilakukan. Sebaliknya, pemantauan perjalanan gejala DBD merupakan hal yang terpenting dalam penanganan penyakit DBD. Perjalanan penyakitnya bervariasi sehingga dibutuhkan perhatian khusus untuk mengenalinya.

"Penyakit DBD itu tidak bisa diprediksi, jadi harus dipantau terus. Perjalanan penyakitnya sulit," papar Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia ini.

Selain itu, sifat nyamuk yang menjadi vektor kedua penyakit pun beda. Untuk malaria, nyamuknya berjenis Anopheles yang menyukai air kotor. Hal ini membuat nyamuk tersebut lebih mudah untuk diisolasi. Lain halnya dengan nyamuk Aedes yang menjadi vektor DBD yang menyukai air bersih.

"Karena menyukai air bersih, nyamuk Aedes lebih mungkin untuk hidup lebih dekat dengan manusia," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sri menjelaskan, lingkungan yang hangat di Indonesia juga cocok untuk perkembangbiakan nyamuk Aedes. Tak hanya itu, saat ini malaria sudah ditemukan vaksin dan obatnya, tetapi belum untuk DBD.

Hingga awal 2014, terdapat 212 kabupaten/kota di 29 propinsi di Indonesia telah memenuhi syarat untuk dinyatakan bebas penyakit malaria. Sementara DBD masih terjadi di 31 propinsi dan dinyatakan sebagai endemi atau penyakit yang terjadi sepanjang tahun.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Pes
Pes
PENYAKIT
Kejang Demam
Kejang Demam
PENYAKIT
Lidah Bengkak
Lidah Bengkak
PENYAKIT
Lidah Berdarah
Lidah Berdarah
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.