Kompas.com - 29/10/2014, 07:40 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Secara global, sekitar 10 persen anak-anak di seluruh dunia mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia, pada anak berusia 13-15 tahun angkanya mencapai 8,3 persen yang gemuk dan 2,5 persen sangat gemuk (obesitas).

Obesitas yang terjadi pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Selain penumpukan lemak akibat mengonsumsi makanan berlebihan, anak juga bisa kelebihan berat badan karena kurangnya waktu bermain di luar rumah dan kebutuhan nutrisi yang tidak seimbang. Bahkan anak yang mengalami masa stres juga mudah kegemukan.

“Faktor stres adalah salah satu pemicu utama obesitas pada anak-anak. Kompetisi  diantara anak-anak juga semakin tinggi, juga agenda sekolah yang padat,”kata Dr. Nataniel Viuniski, spesialis anak dan nutrisi dari Brasil dalam acara konferensi pers Wellness Tour Asia Pacific 2014 Herbalife di Jakarta (28/10/14).

Ia menambahkan, saat anak stres tubuh mereka akan melepaskan hormon kortisol yang menyebabkan kondisi lapar secara terus menerus. Saat lapar, anak akan terus mengonsumsi makanan sehingga menyebabkan kelebihan berat badan jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

“Di daerah seperti Asia, anak didiajarkan agar kompetitif bukan hanya menjadi yang terbagus tapi menjadi yang terbaik di sekolah. Stres juga dipicu oleh waktu tidur yang kurang dan mereka hanya tidur sekitar 5-6 jam sehari,” katanya.

Obesitas pada anak bisa membawa konsekuensi yang berbahaya bagi kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan, anak yang obesitas rentan mengalami berbagai penyakit jantung, diabetes, bahkan kanker, di usia dewasa.

Obesitas sebenarnya bisa dicegah. Selain mengatur pola makan, orangtua juga perlu mengajarkan dan memberi contoh untuk rutin berolahraga. Dengan berolahraga, tubuh akan melepaskan neurotransmiter yang berguna untuk menetralisir efek samping dari hormon kartisol. (Eva Erviana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.