Kompas.com - 14/01/2015, 07:20 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Penyebab pasti kanker memang belum diketahui sampai saat ini. Ada yang menyebutkan kanker terkait erat dengan pola makan tidak sehat dan faktor genetik, tapi studi paling baru menyebut ada missing link antara pola makan dan tercetusnya kanker.

Para ahli selalu menyebutkan bahwa makanan tak sehat, seperti makanan cepat saji, tepung, pemanis buatan, soda, alkohol, dan daging merah, bisa menyebabkan tumbuhnya tumor dalam tubuh. Walau pada kenyataannya kita kerap mendapat kabar orang-orang yang sangat menjaga pola makannya ternyata juga tak bisa berkelit dari kanker.

Peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine belum lama ini mempublikasikan hasil penelitian mereka yang kontroversial: kanker lebih banyak terjadi karena nasib buruk semata.

"Nasib buruk berperan besar dalam menentukan siapa yang terkena kanker dan siapa yang tidak, bukan karena faktor keturunan atau gaya hidup beresiko seperti merokok," tulis para peneliti. Kesimpulan ini mereka buat berdasarkan studi yang menemukan bahwa dua pertiga insiden kanker dari berbagai jenis  terjadi karena mutasi random genetik yang mendorong tumor tumbuh.

Jika demikian, mengapa kita begitu terobsesi pada apa yang boleh kita makan atau minum? Mengapa sebagian besar orang saat ini merasa bersalah dan khawatir jika harus mengonsumsi sepotong daging merah?

Kekhawatiran tersebut ternyata tak lepas dari faktor evolusi.Rasa skeptis yang kita miliki sebenarnya diturunkan dari nenek moyang dalam darah kita untuk bertahan hidup. Terkadang buah berrie yang tampak lezat hanyalah buah berrie, tapi terkadang buah itu bisa membuat perut kita melilit.

Tetapi tak dipungkiri banyak juga orang yang merasa dirinya lebih pintar dan sehat jika ia memiliki sederet daftar bahan makanan yang dipantang. Makin banyak makanan yang dipantang, makin merasa sehatlah ia.

Padahal, dalam konteks nutrisi para ahli selalu menganjurkan kita untuk mengonsumsi beragam jenis makanan alami. Makin bervariasi bahan makanan, makin tercukupilah nutrisi yang diperlukan tubuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.