Kompas.com - 23/01/2015, 11:00 WIB
shutterstock
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com
– Seharian menghabiskan waktu dengan duduk berarti Anda sangat jarang melakukan aktivitas fisik. Ini memang sudah menjadi gaya hidup orang modern yang rata-rata bekerja di balik meja, menghabiskan waktu lebih dari dua jam duduk di kendaran, dan bersantai dengan menonton televisi.

Hasil penelitian David Alter dan tim dari University Health Network, Kanada, menunjukkan, orang-orang yang terlalu banyak duduk setiap hari itu lebih berisiko diabetes, penyakit jantung, kanker, dan usia hidupnya lebih pendek.  Bahkan jika mereka telah berolahraga sekalipun

"Studi kami menemukan, meningkatkan aktivitas fisik bahkan  tidak cukup untuk mengurangi risiko penyakit," kata Alter.

Alter melihat 47 penelitian sebelumnya yang meneliti hubungan antara duduk dan kematian. Penelitian itu telah dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine. Peneliti menemukan bahwa orang yang duduk dalam waktu lama, sebanyak 24 persen lebih berisiko meninggal dunia akibat masalah kesehatan dibanding mereka yang kurang duduk.

"Jika Anda duduk lebih dari 8 jam per hari, banyak efek negatif untuk kesehatan,” ujar pimpinan peneliti Aviroop Biswas dari Universitas Toronto.

Para peneliti juga menemukan bahwa terlalu lama duduk dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 18 persen dan 17 persen meningkatkan risiko kematian akibat kanker. Selain itu juga sangat berisiko terkena diabetes tipe 2.

 Adapun jenis kanker yang diderita biasanya kanker payudara, usus besar, endometrium dan kanker ovarium.

Sayangnya, olahraga tidak dapat menghilangkan risiko penyakit tersebut jika sehari-hari telah terlalu lama duduk, melainkan hanya dapat mengurangi risiko. Jadi, sering-seringlah mengambil jeda dari duduk dan melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan atau melakukan peregangan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
Peripheral Artery Disease (PAD)

Peripheral Artery Disease (PAD)

Penyakit
Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Kenali Apa itu Flu Singapura, Ciri-ciri, dan Penyebabnya

Health
Sindrom Antley-Bixler

Sindrom Antley-Bixler

Penyakit
8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

8 Cara Mencegah Penyakit Ginjal

Health
Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Kenali Apa yang Anda Rasakan, Ini Beda Sedih dan Depresi

Health
Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri Kanker Mulut Harus Diwaspadai Sejak Dini

Health
10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

10 Kebiasaan yang Memicu Penyakit Ginjal

Health
Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.