Kompas.com - 06/03/2015, 12:34 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Melakukan aktivitas fisik di luar ruangan atau suhu yang panas memang bisa membuat kita mudah dehidrasi. Tapi, siapa sangka kalau bekerja seharian di ruangan ber-AC tak membuat kita luput dari risiko kekurangan cairan tubuh.

Kondisi yang sejuk dan nyaman seperti di dalam kantor sering membuat seseorang jarang merasa haus sehingga lebih sedikit minum. Padahal, tubuh orang dewasa memerlukan cairan sekitar 2 liter per hari. Makin tinggi aktivitas fisik dan pengeluaran keringat, jumlah air yang dikonsumsi bisa lebih banyak lagi.

Saat berada pada suhu yang dingin atau ber-AC, para pekerja sering tidak menyadari adanya pengeluaran air melalui keringat. Di ruangan ber-AC, pengeluaran cairan sebagian besar melalui urine atau saluran pencernaan, sangat sedikit melalui keringat.  

"Tidak adanya refleks haus menyebabkan kurangnya asupan cairan," kata dr. Maya Setyawati, spesialis okupasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara talkshow yang diadakan oleh Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) di Jakarta (4/3/15).

Berkurangnya cairan dalam tubuh tanpa disadari menyebabkan penurunan konsentrasi, kemampuan berpikir, dan kewaspadaan seseorang. Hal ini tentu berpengaruh bagi kualitas kinerja, bahkan keselamat kerja.

Dalam acara tersebut PERDOKI juga meluncurkan buku "Pedoman Kebutuhan Cairan bagi Pekerja agar Tetap Sehat dan Produktif". Dalam buku tersebut dijelaskan anjuran konsumsi air bagi para pekerja sesuai aktivitasnya.

“Melakukan pekerjaan ringan dan berada pada suhu lingkungan yang tidak panas, tubuh membutuhkan paling tidak sebanyak 1,9 liter perhari. Minumlah paling tidak satu gelas air putih setiap setengah jam dalam sehari”, katanya.

Sementara itu mereka yang bekerja dalam iklam cukup panas, dianjurkan untuk minum segelas air (150-200 ml) setiap 15-20 menit. Lingkungan kerja yang panas atau jenis pekerjaan berat membutuhkan air minum 2,8 liter perhari.

Data badan Pusat Statistik Februari 2014 menyebutkan, Indonesia saat ini memiliki pekerja lebih dari 118 juta orang, sekitar 70 persen bekerja di industri kecil menengah atau sektor informal.

“Sebagian besar diantaranya memiliki tingkat pendidikan yang rendah, sehingga belum banyak yang memiliki pengetahuan mengenai fungsi dan kebutuhan air pada pekerja,” kata Anung Sugihantoro, Mkes, sebagai Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, dalam acara yang sama.

Iklim tropis di Indonesia diketahui menyebabkan risiko gangguan kesehatan pada pekerja menjadi lebih tinggi, salah satunya gangguan kesehatan akibat tekanan panas. (Monica Erisanti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.