Kompas.com - 23/03/2015, 10:40 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Minuman energi mungkin akan memberikan Anda kekuatan, tetapi di balik efek tersebut ada bahayanya bagi jantung.

Peneliti menemukan bahwa minuman energi dapat meningkatkan tekanan darah hingga tingkat yang tidak sehat. Efeknya jauh lebih menonjol pada orang dewasa muda yang tak biasa mengonsumsi kafein.

Dalam penelitian yang dipimpin oleh dokter penyakit dalam dan jantung di Mayo Clinic, Minnesota AS, Anna Svatikova, tim peneliti memberi sekaleng minuman energi yang dijual bebas kepada 25 relawan sehat. Relawan itu berusia antara 19 sampai 40 tahun. Di lain hari, mereka juga meminum minuman plasebo dengan jumlah yang sama.

Peneliti lalu mengukur denyut jantung dan tekanan darah partisipan sebelum dan sesudah meminumnya. Hasilnya, para partisipan mengalami tingkat tekanan darah lebih tinggi usai menenggak minuman energi daripada minuman plasebo.

Rata-rata tekanan darah sistolik peserta (angka teratas dalam pembacaan tekanan darah) meningkat sebesar 3 persen setelah  minum minuman energi, dibandingkan dengan setelah mereka minum minuman plasebo.

Efek paling drastis dirasakan pada orang yang biasanya tidak mengonsumsi lebih dari secangkir kopi atau minuman kafein lainnya. Pada orang yang termasuk golongan yang disebut 'kafein naif' ini tekanan darahnya meningkat dua kali lipat seperti yang dialami orang yang minum setidaknya secangkir kopi setiap hari.

Menurut profesor farmasi dari University of The Pacific Stockton, California, Sachin Shah, meskipun terjadi kenaikan kecil pada tekanan darah, hal itu bisa berdampak fatal, bergantung pada usia dan tekanan darah.

"Peningkatan tekanan darah akut atau moderat biasanya bukan penyebab kekhawatiran pada orang yang sehat," kata Shah, yang telah melakukan penelitian tentang efek minuman energi.

Namun, pada orang tua atau orang-orang dengan hipertensi, peningkatan moderat mungkin menimbulkan kekhawatiran.

Di level polulasi, peningkatan tiga atau empat angka pada tekanan darah sistolik bisa berarti kenaikan signifikan dalam angka kematian akibat stroke.

Peneliti tidak tahu apakah kafein, taurin, atau bahan lainnya dalam minuman energi, atau kombinasi bahan-bahan lain yang bisa mempengaruhi jantung secara negatif.

Dalam penelitian terpisah, partisipan sehat mengalami kenaikan lebih tinggi pada tekanan darah setelah mengonsumsi minuman energi dibandingkan saat mereka meminum kopi yang memiliki kafein dalam jumlah sama.

Berdasarkan sumber dari Mayo Clinic, mengonsumsi 400 mg kafein sehari tampak aman bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat. Jumlah kafein itu setara dalam empat cangkir kopi yang diseduh, 10 kaleng cola atau dua minuman peningkat energi.

Bahaya konsumsi minuman energi lainnya antara lain kecemasan, halusinasi, detak jantung tak beraturan, dan penyalahgunaan zat. Efek paling berbahaya akan dirasakan pada anak-anak yang mengonsumsi minuman ini karena ukuran tubuh mereka lebih kecil. (Purwandini Sakti Pratiwi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.