Kompas.com - 28/10/2015, 10:45 WIB
Ilustrasi daging olahan. shutterstockIlustrasi daging olahan.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Daging olahan seperti ham, bacon, sosis, termasuk daging merah, dapat menyebabkan kanker. Demikian bunyi laporan terbaru dari International Agency for Research on Cancer (IARC), badan riset di bawah World Health Organization (WHO). Pernyataan ini dikeluarkan setelah panel para ahli meneliti lebih dari 800 hasil riset ilmiah mengenai kanker.

Sebenarnya sudah sejak lama banyak ahli percaya bahwa daging olahan, termasuk daging merah, punya kontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker, terutama yang berkaitan dengan pencernaan seperti kanker usus besar dan kanker perut. Jadi, pengumuman IARC bukanlah hal yang mengejutkan tapi lebih bersifat menekankan.

"Mereka memiliki otoritas definitif pada subjek ini," kata David Katz, MD, direktur Yale University’s Prevention Research Center, di New Haven, CT.

“Sudah lama kami tidak merekomendasikan konsumsi daging olahan jauh-jauh hari sebelum pengumuman WHO dikeluarkan," ujar Katz lagi.

Para ahli masih belum mengetahui seberapa banyak konsumsi daging olahan yang disebut bisa meningkatkan risiko kanker. Tapi mereka percaya, semakin banyak Anda mengonsumsinya, semakin tinggi risiko yang Anda miliki.

Para produser daging olahan sendiri belum menyetujui pernyataan IARC. Mereka menganggap pengumuman ini bersifat lemah. Mereka menunjuk pada 22 anggota panel yang tidak setuju pernyataan bahwa daging olahan meningkatkan risiko kanker.

"Kanker adalah penyakit yang kompleks, bahkan otak yang sangat cerdas pun tidak bisa mengerti sepenuhnya mengenai penyakit ini," kata  Shalene McNeill, PhD, RD, direktur eksekutif bidang riset nutrisi untuk manusia di National Cattlemen’s Beef Association.

“Milyaran dolar telah dhabiskan untuk melakukan riset di seluruh dunia. Dan tidak ada satupun makanan yang terbukti bisa menyebabkan kanker," kata Shalene di situs National Cattlemen’s Beef Association.

Sejak tahun 1970, para ahli kesehatan mengklasifikasikan makanan dan benda-benda di sekitar kita ke dalam lima kelompok terkait kanker, mulai dari mainan anak-anak, zat kimia, hingga makanan sehari-hari. Lima kelompok itu adalah:

1. Kelompok 1:  karsinogenik, menyebabkan kanker.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Coxsackie
Coxsackie
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahim Turun

Rahim Turun

Penyakit
6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

6 Jenis Gangguan Pola Tidur dan Cara Mengatasinya

Health
Herniasi Otak

Herniasi Otak

Penyakit
Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Sering Menjadi Faktor Risiko Utama, Apa Kaitan Bipolar dan Genetik?

Health
Insufisiensi Mitral

Insufisiensi Mitral

Penyakit
Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Pahami, Ini Dampak Stres Pada Penderita Diabetes

Health
Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren

Penyakit
Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Apakah Boleh Suntik Vaksin Covid-19 saat Haid?

Health
Lupus Nefritis

Lupus Nefritis

Penyakit
Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Bisakah Anak-Anak Mengalami Gangguan Bipolar?

Health
Karsinoma Nasofaring

Karsinoma Nasofaring

Penyakit
Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Kenali Berbagai Gejala Gangguan Bipolar

Health
Pseudobulbar Affect (PBA)

Pseudobulbar Affect (PBA)

Health
10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

10 Penyebab Kram Perut dan Cara Mengatasinya

Health
Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Mengenal Beda Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.