Kompas.com - 19/01/2016, 18:15 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi
JAKARTA, KOMPAS.com - Infertilitas atau tidak subur merupakan masalah yang bisa dialami pasangan suami istri. Dari jumlah pasangan usia subur yang ada di Indonesia, diperkirakan sebanyak 10-15 persen mengalami gangguan kesuburan.

Pasangan disebut infertilitas jika sudah berhubungan seksual secara teratur dan tanpa kontrasepsi selama satu tahun belum juga hamil. Namun, masalah infertilitas sering kali hanya dibebankan kepada sang istri. Padahal, ganguan infertilitas juga bisa terjadi pada pria.

"Sering dibilang, ibunya aja deh yang periksa. Itu pemahaman yang salah. Dua-duanya (suami dan istri) bisa mengalami infertilitas," ujar dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Yassin Yanuar MIB dalam diskusi media di Jakarta, Selasa (19/1/2015).

Yanuar menjelaskan, faktor sperma juga menyumbang angka cukup tinggi terhadap masalah infertilitas, yakni 35 persen. Masalah sperma antara lain, jumlahnya sedikit, bentuknya tidak sempurna, dan gerakannya lamban.

Sedangkan pada wanita, masalah infertilitas lebih sering terjadi karena gangguan ovulasi, yaitu 35 persen. "Enggak ada alasan suami menolak diperiksa. Kita lihat, angkanya masalah infertilitas pada pria juga tinggi. Menurut saya laki-laki dulu yang diperiksa. Kalau enggak ada sperma percuma," lanjut dokter dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan ini.

Untuk itu, jika belum memiliki anak setelah lebih dari satu tahun menikah, pasangan suami istri harus segera periksa ke dokter kandungan. Jangan istri saja atau suami saja yang diperiksa kesuburannya.

Yassin menjelaskan, peluang kehamilan akan terus menurun dari awal pernikahan. Pada bulan pertama, peluang kehamilan seorang istri mencapai 30 persen. Pada bulan keenam, peluang kehamilan menjadi hanya 8 persen, hingga satu tahun, peluang kehamilan hanya 3 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.