Kompas.com - 04/03/2016, 13:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com — Demam menjadi salah satu gangguan kesehatan yang umum dialami oleh anak-anak. Walau begitu, demam tak bisa dianggap sepele. Berikut penanganan demam tepat sesuai usia anak.


1. Ukur suhu
Mengukur suhu anak dengan termometer merupakan langkah pertama terbaik yang bisa Anda lakukan saat anak demam. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan angka akurat sehingga dapat mengambil langkah tepat dalam penanganan demam.

Suhu normal tubuh anak adalah 36,5-37,5 derajat celsius. Bila suhu tubuh melebihi 38 derajat celsius, maka anak dinyatakan demam. Berikut beberapa cara pemakaian termometer sesuai dengan usia anak:

- Rektal. Untuk anak di bawah 4 atau 5 bulan, menggunakan termometer rektal akan membantu orangtua dalam mendapatkan suhu yang akurat.

- Mulut. Untuk anak lebih dari 4 atau 5 bulan, Anda dapat menggunakan termometer yang dapat digunakan di mulut.

- Telinga. Jika anak berusia 6 bulan atau lebih, Anda dapat menggunakan termometer telinga atau termometer arteri temporal. Hanya, hasilnya kadang tidak begitu akurat.

- Ketiak. Ini menjadi pilihan lain yang banyak digunakan.

 


2. Jika suhu 38-38,8 derajat celsius
Bila suhu anak masih di bawah 38,8 derajat celsius, Anda tidak perlu untuk mengobati anak dengan obat demam atau penurun panas, kecuali anak terlihat tidak nyaman. Selalu pastikan anak mendapat banyak cairan dan istirahat.

 

3. Jika suhu di atas 38,8 derajat celsius tetapi masih di bawah 40 derajat celsius
Anda dapat memberikan obat penurun panas, tetapi terlebih dahulu tanyakan kepada dokter anak tentang pilihan obat dan dosis bila ini merupakan yang pertama bagi sang anak.

Memandikan atau membasuh anak dengan air hangat dapat membantu menurunkan suhu. Jangan gunakan air dingin, es, atau alkohol untuk meredakan panas.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.