Kompas.com - 11/03/2016, 17:07 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Ini tentu menjadi kabar baik bagi pecinta jeruk dan penderita tekanan darah tinggi. Pasalnya, mengonsumsi buah jeruk kini dikaitkaan dengan penurunan risiko stroke.

Efek ini terkait dengan kandungan phytonutrient pada jeruk yang disebut hesperidin, yang mampu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

Dengan menggunakan mesin yang dikenal sebagai fluxometer doppler, para ilmuwan dapat mengukur aliran darah melalui kulit dengan menggunakan sinar laser.

Jika seseoranng dihubungkan ke mesin ini dan diberi larutan yang mengandung jumlah hesperidin dari dua cangkir jus jeruk, akan terlihat tekanan darah menurun dan aliran darah secara keseluruhan meningkat.

Para wanita partisipan dibagi ke dalam dua kelompok, kelompok pertama yang meminum cairan dengan kandungan phytonutrient jeruk murni. Sedangkan, kelompok lain mengonsumsi minuman plasebo (minuman dengan rasa jeruk).

Kelompok yang mengonsumsi minuman plasebo, suhu tubuhnya semakin dingin. Ini disebabkan karena aliran darah yang menurun, bahkan suhu ujung jari mereka turun hingga hampir 13 derajat celcius selama penelitian.

Sementara itu, kelompok wanita yang mengonsumsi minuman jeruk murni, aliran darahnya tetap stabil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, para peneliti meminta dua kelompok tersebut untuk merendam tangan mereka ke dalam air es, hasilnya mereka yang mengonsumsi jeruk murni 50 persen lebih cepat pulih ketimbang mereka yang mengonsumsi meinuman plasebo rasa jeruk.


Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X