Kompas.com - 01/04/2016, 13:02 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kasih ibu memang tak ada habisnya untuk buah hatinya, bahkan sejak mereka masih dalam kandungan. Banyak pasien kanker yang sedang hamil memilih menunda pengobatannya karena tak ingin terapi itu berdampak pada janin di rahimnya.

Keluhan sakit kepala dan juga mual biasanya tak pernah dihiraukan Kim Vaillancourt. Tetapi karena ia sedang hamil, Kim akhirnya memeriksakan diri ke rumah sakit untuk memastikan kesehatannya baik-baik saja.

Ternyata, pemeriksaan yang awalnya dikira biasa saja itu menghasilkan diagnosis kanker. Ibu empat anak berusia 36 tahun ini diketahui menderita glioblastoma, kanker otak yang agresif.

Walau begitu, Kim memutuskan untuk menunda terapi kanker sampai bayi yang dikandungnya lahir.

Gliblastoma merupakan tumor yang tumbuh di jaringan pendukung otak. Tumor ini memang agresif, sel-selnya berkembang dengan cepat karena mudah mendapat nutrisi dari pembuluh darah besar yang ada di otak.

Dokter sebenarnya meminta Kim melakukan operasi karena tumornya ditemukan di bagian depan otak dan sangat dekat dengan batang otak.

Tumor ini dideteksi di akhir Desember, tetapi Kim memilih menundanya sampai kelahiran putranya di bulan April. Padahal, usia harapan hidup pasien glioblastoma biasanya hanya sekitar 14 bulan.

"Ia melakukannya untuk melindungi bayi kami dan sebisa mungkin menjaga agar kesehatan bayi tetap yang utama," kata Phil Vaillancourt, suaminya.

Tergantung pada usia kehamilan dan jenis kanker, terapi pengobatan kanker memang berbahaya bagi janin. Kemoterapi yang dilakukan di trimester awal kehamilan bisa mengganggu perkembangan organ bayi.

Sementara di trimester terakhir kemoterapi berdampak langsung pada kesehatan ibu, misalnya saja pada jumlah darah.

Terapi radiasi bisa membahayakan janin di kandungan, walau risikonya tergantung pada dosis radiasi dan area tubuh yang diberi terapi.

Penderita kanker yang sedang hamil biasanya memang menunda terapinya untuk menyelamatkan nyawa bayinya. Tetapi, banyak juga cerita sedih karena nyawa ibunya tak tertolong setelah sang bayi dilahirkan.

Dalam sebuah penelitian tahun 2015, para ahli menyarankan agar pasien kanker tidak menunda terapinya. Dalam analisa terhadap 129 anak berusia 1-3 tahun yang ibunya didiagnosa kanker saat hamil, diketahui tidak ada efek pada kesehatan mental dan fisik akibat terapi kanker.

"Kami tidak menemukan perbedaan perkembangan pada anak yang terpapar kemoterapi, radioterapi, operasi, atau tidak melakukan terapi kanker," kata ketua peneliti Frederic Amant, profesor bidang onkologi dari Belgia yang melakukan studi ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.