Kompas.com - 04/04/2016, 15:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS — Penderita tuberkulosis diwajibkan minum obat sampai tuntas sesuai dosis. Jika putus berobat, kuman tuberkulosis bisa kebal pada obat sehingga terapi lebih lama dan mahal serta peluang kesembuhan lebih kecil.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, semua pasien TB wajib minum obat hingga tuntas. "Disiplin dan keinginan kuat sembuh perlu dijaga. Jika tak minum hingga tuntas, bisa kena TB lebih berbahaya," ujarnya pada acara Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas TB melalui TOSS TB: Temukan TB Obati Sampai Sembuh, di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (2/4). Acara itu untuk memperingati Hari TB Sedunia tanggal 24 Maret.

Budi Hermawan (38), mantan pasien TB dengan kuman resisten obat (TB MDR), mengaku sulit berobat hingga tuntas. "Berat minum obat bertahun-tahun tanpa putus. Ini butuh dukungan keluarga dan tenaga medis untuk menjaga konsistensi pengobatan," ujar Budi yang sembuh pada 2013 setelah sakit sejak 2003.

Tuberkulosis disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan melalui dahak penderita. Gejalanya antara lain batuk berdahak bercak darah lebih dari dua minggu, sesak napas, berat badan turun drastis, dan berkeringat saat malam. Penyakit itu bisa disembuhkan lewat pengobatan selama enam bulan. Jika putus berobat, kuman TB jadi kebal terhadap obat.

Kuman lebih ganas

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes M Subuh mengatakan, gejala TB MDR sama dengan TB, tetapi peluang kesembuhan lebih kecil karena kebal obat lama dan kuman lebih ganas. Jadi, pasien TB MDR harus minum obat selama 24 bulan. Harga obat TB MDR Rp 100 juta, lebih mahal ketimbang obat TB yang berkisar Rp 400.000 sampai Rp 1,2 juta.

"Obat TB tersedia di puskesmas dan rumah sakit umum daerah gratis," ujarnya. Data Kemenkes 2015 mencatat ada 400.000 kasus TB. Jumlah kasus TB MDR 1.840 orang, 1.547 pasien di antaranya sembuh.

Menurut Nila, pemerintah mencegah penyebaran TB melalui program ketuk pintu TB, yakni tenaga kesehatan mengunjungi rumah warga untuk memeriksa TB. Pihaknya juga aktif menemukan TB dan obati sampai sembuh. Cara lain adalah menjaga kebersihan lingkungan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pihaknya menciptakan lingkungan bersih bagi warga, termasuk memindahkan warga dari permukiman kumuh ke rusun. "Saya pastikan akses air bersih, sanitasi dijaga, dan tersedia fasilitas kesehatan," ujarnya. (C11)

 

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 April 2016, di halaman 13 dengan judul "Kepatuhan Minum Obat Jadi Kunci Kesembuhan".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.