Kompas.com - 16/06/2016, 11:15 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mencegah kasus demam berdarah bisa dimulai dari memberantas jentik nyamuk. Salah satu cara memberantas jentik nyamuk, yaitu menguras bak mandi dan wadah air terbuka lainnya.

Namun, menurut dokter spesialis anak konsultan bidang infeksi dan penyakit tropis, Sri Rezeki Hadinegoro, kebanyakan orang hanya menguras bak mandi saja. Padahal, banyak tempat-tempat tak terduga yang ternyata bisa menjadi lokasi berkembangbiaknya jentik nyamuk. Aedes Aegypti. Apa saja itu?

1. Dispenser

Dispenser bisa menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk, tepatnya di wadah penampungan air yang terletak di bawah keran dispenser.

"Dispenser itu kadang enggak dilihat. Padahal jentik bisa hidup di situ," kata Sri di sela-sela peringatan ASEAN Dengue Day ke-6 di Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Masih ingat, tahun lalu Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama mengungkapkan, adanya jentik nyamuk di air dispenser yang terletak di pos satpam? Sudah cukup banyak kasus ditemukan jentik di dispenser.

Tak hanya dispenser di rumah, yang ada di sekolah, kantor atau ruang kerja Anda pun perlu dicek.

2. Penampung air AC

Pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC) juga tak lepas dari masalah perkembangbiakan jentik nyamuk penyebab demam berdarah.

Beberapa orang menampung tetesan air AC di ember atau wadah terbuka lainnya. Tentu saja, wadah terbuka berisi air tersebut bisa menjadi tempat ideal nyamuk untuk bertelur. Karena memang nyamuk Aedes Aegypti diketahui suka di air bersih.

3. Tempat minum burung

Tempat minum burung peliharaan sering kali tak diperhatikan pemiliknya, karena terletak di dalam kandang. Tanpa diduga, lokasi tersebut juga bisa menjadi tempat hidup jentik nyamuk.

Bagi Anda yang suka memelihara burung, jangan lupa rutin membersihkan tempat minum burung, setidaknya satu minggu sekali. Selain itu, jentik juga bisa hidup jika terdapat genangan air di alas pot tanaman.

Sri mengingatkan, cara menguras wadah berisi air pun tak sekedar mengganti airnya. Bagian dinding wadah air tersebut harus dibersihkan, karena telur nyamuk bisa saja masih menempel.

Selain menguras, sebaiknya menutup wadah penampungan air dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas, agar tak jadi saran nyamuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.