Kompas.com - 09/07/2016, 18:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Perasaan sedih, kesepian, dan tak tenang, atau biasa disebut sebagai rasa galau, sering datang tanpa diduga. Terkadang, kegalauan itu tetap melanda batin walau kita sebenarnya baik-baik saja.

Kegelisahan hati itu ternyata tak cuma bersumber dari rasa kesepian atau patah hati. Banyak kebiasaan sehari-hari, misalnya pola makan atau mengamati sosial media, yang berkontribusi pada timbulnya perasaan galau.

Cek penyebab rasa galau yang tak terduga ini dan cari tahu bagaimana mengatasinya:

1. Hidup di dunia virtual
Kecanduan gadget? Selalu online? Semua hal yang kita posting di media sosial, email, atau berjam-jam "ngobrol" di grup percakapan di ponsel, sebenarnya berkaitan dengan perasaan hati kita.

Dalam sejumlah penelitian, wanita yang menghabiskan waktu lama dengan gadgetnya (sampai 150 jam seminggu) merasa lebih depresi. Para ahli mengatakan, rasa depresi itu juga bisa timbul akibat berkurangnya waktu tidur karena kebanyakan "main gadget".

Meski kita tak bisa menghindar dari teknologi, tetapi usahakan untuk berpuasa gadget beberapa jam dalam sehari di luar waktu tidur. Perbanyak komunikasi tatap muka dengan orang lain.

2. Bekerja terlalu keras
Mencintai pekerjaan adalah hal yang baik, asalkan kita bisa membuat batasan dengan kehidupan pribadi. Menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk bekerja tanpa disadari menimulkan stres.

Dampak stres pada otak antara lain menghambat pembentukan koneksi saraf baru, membuat bagian prefrontal cortex mengerut, dan memicu perasaan sedih dan depresi. Stres juga akan memompa hormon adrenalin dan kortisol sehingga kita gampang merasa lelah dan emosi.

Ambilah waktu jeda untuk berlibur. Liburan tak berarti harus ke luar kota, menikmati waktu santai di rumah, melakukan hobi, atau mengabiskan waktu dengan teman dan keluarga, akan mengembalikan mood.

3. Selalu diet
Membatasi asupan lemak dari makanan sehari-hari memang taktik yang baik untuk mempertahankan berat badan. Tetapi, tahukah Anda bahwa berpantang banyak makanan sebenarnya bisa membuat kita memiliki mood yang buruk.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.