Begini Alur Distribusi Vaksin Bio Farma ke Pemerintah dan Swasta

Kompas.com - 17/07/2016, 09:35 WIB
Berbagai macam vaksin buatan PT Bio Farma Dian Maharani/Kompas.comBerbagai macam vaksin buatan PT Bio Farma
|
EditorBestari Kumala Dewi

BANDUNG, KOMPAS.com - Vaksin merupakan produk yang tidak boleh dijual bebas. Di Indonesia, ada PT Bio Farma yang memroduksi vaksin. Vaksin buatan dalam negeri ini digunakan oleh pemerintah untuk program imunisasi nasional yang diberikan secara gratis.

Tak hanya proses produksi, pendistribusian vaksin pun dilakukan secara khusus. Pengiriman vaksin menggunakan sistem cold chain untuk menjaga suhu vaksin.

"Pengiriman vaksin mulai dari Bio Farma sampai konsumen akhir tetap terjaga," ujar Kepala Divisi Penjualan Dalam Negeri PT Bio Farma, Drajat Alamsyah saat ditemui di pabrik Bio Farma, Bandung, Jumat (15/7/2016).

Alam menjelaskan, untuk sektor pemerintah, vaksin buatan Bio Farma langsung dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi. Dinas Kesehatan Provinsi kemudian menyalurkan vaksin ke Dinkes Kota/Kabupaten.

Setelah itu, Dinkes Kota/Kabupaten menyalurkannya ke Puskesmas atau Posyandu hingga akhirnya ke pasien. Tak hanya sektor pemerintah, swasta pun bisa mendapat vaksin dari Bio Farma.

Untuk sektor swasta, Bio Farma mendistribusikannya lewat Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bio Farma pun selalu melakukan audit setiap tahunnya.

Alam mengungkapkan, ada empat PBF atau distributor resmi produk vaksin Bio Farma. Keempatnya, yaitu PT Indofarma Global Medika, PT Rajawali Nusindo, dan PT Sagi Capri. Sementara itu, khusus untuk tender melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Untuk menghindari vaksin palsu, fasilitas layanan kesehatan harus mendapat vaksin dari produsen dan distributor resmi. BPOM sendiri sebelumnya menemukam 37 fasilitas layanan kesehatan yang membeli vaksin dari sumber tidak resmi.

Kepala Divisi Corporate Secretary Bio Farma M Rahman Rustan menambahkan, kualitas vaksin buatan dalam negeri pun tak kalah dengan vaksin impor. Bahkan, Bio Farma juga mengekspor vaksin ke 132 negara.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X