Kompas.com - 12/08/2016, 18:45 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Toksoplasma gondii selama ini dikenal sebagai parasit yang ditemukan pada kotoran kucing yang terinfeksi. Toksoplasma dapat menular ke manusia dan merugikan kesehatan.

Namun, kali ini para peneliti justru menemukan manfaat bagi dunia medis dari parasit Toksoplasma gondii. Penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan dari Dartmouth Geisel School of Medicine ini telah dilakukan terhadap tikus. Penelitian dipublikasikan dalam jurnal PLOS Genetics

Mereka menemukan adanya protein spesifik dari sekresi Toksoplasma gondii yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang tumor ovarium. Pada akhirnya hal ini dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.

Penelitian sebelumnya menunjukkan strain vaksin dari Toksoplasma gondii pun bisa menyembuhkan beberapa jenis tumor pada tikus.

Para peneliti berharap, hasil ini nantinya bisa diaplikasikan pada manusia yang memiliki kanker ovarium melalui perawatan imunoterapi. Immunoterapi digunakan untuk meningkatkan imunitas pasien kanker.

Sistem kekebalan tubuh diketahui sulit membedakan sel-sel kanker dengan sel-sel yang sehat karena toleransi imun. Akibatnya, sel kanker mudah tumbuh dan menyebar.

Berdasarkan penelitian terhadap tikus, Toksoplasma gondii ini dapat membantu sistem kekebalan tubuh mendeteksi dan menghancurkan sel kanker ovarium yang agresif. Protein dari Toksoplasma gondii bekerja dengan memecah toleransi imun.

Kanker ovarium merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak diderita wanita, selain kanker payudara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Health
11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.