Kompas.com - 01/09/2016, 14:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Sebuah antibodi yang hampir sepenuhnya menghilangkan tanda-tanda Alzheimer dari otak sudah ditemukan. Terobosan ini membuat para ilmuwan berusaha untuk "tak terlalu gembira".

Periset memindai otak orang dengan penyakit Alzheimer setelah mereka diberikan dosis obat berbasis sel kekebalan tubuh yang diambil dari darah lansia usia sampai 100 yang tak menunjukkan gejala-gejala penyakit tersebut.

Setelah setahun, secara virtual semua racun "plak amiloid" yang tertimbun di otak pasien Alzheimer tampak menghilang dari otak mereka yang diberi dosis tertinggi antibodi tersebut.

Para ilmuwan yang menggambarkan hasil penelitian mereka di jurnal Nature juga mengatakan tanda-tanda penurunan kognitif pun melambat.

Penemuan dari percobaan ini menyebutkan bahwa plak amiloid setidaknya bagian dari penyebab penyakit, bukan hanya produk sampingan.

Jika hasilnya terkonfirmasi pada percobaan klinis lebih besar yang sedang berlangsung di seluruh dunia, satu ahli mengatakan ini bakal jadi perubahan besar dalam usaha pencegahan Alzheimer's.

Satu peneliti, Profesor Roger Nitsch dari Zurich University menggambarkan penemuan mereka ketika mereka memindai otak pasien yang diberikan plasebo, tiga dosis berbeda antibodi yang disebut aducanumab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setahun kemudian, citra pindaian otak dari kelompok plasebo pada dasarnya tak berubah. Dalam tiga kelompok dosis berbeda, pengurangan plak amiloid paling jelas terlihat ada pada dosis tertinggi," katanya.

"Dalam kelompok dosis 10 mg, setelah satu tahun Anda tak melihat citra merah. Itu artinya amiloid hampir sepenuhnya menghilang," paparnya. "Dibandingkan dengan studi-studi lain yang diterbitkan di masa lalu, ukuran efek obat masih belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

Mengomentari riset dalam artikel terpisah di jurnal Nature, Profesor Eric Reiman dari Arizona University menulis,"Jika penemuan kognitif awal ini terkonfirmasi pada percobaan klinis lebih besar dan definitif, yang sekarang sedang berlangsung, akan membawa satu suntikan di lengan dapat melawan penyakit Alzheimer's."

Studi dipimpin oleh ilmuwan dari perusahaan farmasi Biogen dan Neurimmune.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Memahami Penyebab dan Gejala Infeksi Usus Buntu

Health
Inkompatibilitas ABO

Inkompatibilitas ABO

Penyakit
3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

3 Aktivitas yang Membawa Risiko Tinggi Covid-19

Health
3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

3 Perubahan Pada Kuku yang Menandakan Anda Pernah Terpapar Covid-19

Health
Pandangan Kabur

Pandangan Kabur

Penyakit
Mata Berair

Mata Berair

Penyakit
Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Ahli Gizi: Harus Bijak Konsumsi Susu Kental Manis

Health
Nyeri Kaki dan Tangan

Nyeri Kaki dan Tangan

Penyakit
Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Alasan Gula Tak Memiliki Persentase AKG dalam Makanan Kemasan

Health
Osteofit

Osteofit

Penyakit
3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

3 Bahaya Konsumsi Susu Kental Manis Berlebihan untuk Kesehatan

Health
Hifema

Hifema

Penyakit
13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

13 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga

Health
Gigi Berlubang

Gigi Berlubang

Penyakit
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.