Kompas.com - 04/11/2016, 18:00 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Amerika Serikat (CDC) sedang menyelidiki peningkatan kasus mirip polio yang menyerang anak-anak.

Penyakit yang disebut dengan Acute Flaccid Myelitis (AFM) itu menyerang sistem saraf dan menyebabkan 89 anak di 33 negara bagian sakit sepanjang tahun ini. Dokter belum mengetahui apa penyebabnya.

AFM akan memengaruhi tonus otot dan terkadang memicu kelumpuhan. Gejalanya antara lain mendadak tungkai lemah, kehilangan kekuatan otot dan refleks berkurang.

Gejala lain penyakit AFM ini termasuk kelopak mata turun, bicara cadel, dan kesulitan menelan. Pada kasus tertentu, ada spektrum yang luas pada kelemahan otot, mulai dari yang ringan seperti satu tungkai saja sampai tungkai atas dan bawah, serta kehilangan kemampuan bernapas.

AFM diduga dipicu oleh virus flu biasa. Ini berarti anak mungkin mulai mengalami gejala demam dan gangguan pernapasan lalu berkembang menjadi kelemahan otot dan gejala lain yang terkait AFM. Karena gejala awalnya yang ringan, orangtua sering terlambat membawa anak ke dokter.

"Memang anak yang mengalami gejala flu hanya perlu istirahat di rumah dan cukup cairan, tapi orangtua harus langsung membawa anak ke rumah sakit jika muncul gejala awal kelemahan otot," kata Dr.Kevin Messacar, dokter anak ahli penyakit infeksi.

Ia mengatakan, jika terlambat dokter akan kesulitan mendeteksi virusnya. "Semakin awal pasien dites, makin besar kemungkinan dokter menemukan virus yang memicu infeksinya," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil isolasi kuman dari cairan sumsum pasien diketahui beberapa virus dan kuman yang memicunya AFM, mulai dari west nile virus, virus encephalitis jepang, virus yang menyebabkan polio dan flu, pneumonia, serta gastroenteritis.

Pengobatan juga belum terstandar karena pemicunya tidak jelas. Ada dokter yang memberikan kortikosteroid, obat antivirus dan terapi immunoglobulin, namun tidak ada yang efektif.

Cara terbaik untuk mencegah kejadian AFM adalah mencegah virus secara umum. Ini berarti anak dilindungi dengan vaksin, termasuk polio. Mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet, sebelum menyentuh makanan, dan melakukan kontak dengan orang yang sakit.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.