Kompas.com - 23/11/2016, 08:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Kebugaran dan vitalitas sangat penting di era modern serba cepat ini. Terkadang tidur sudah cukup lama tapi bangun pagi masih kurang segar? Siang hari juga masih terus mengantuk?
Belum lagi kemampuan konsentrasi yang tak maksimal dan emosi yang mudah terpancing.

Tidur memiliki porsinya sendiri. Jika sudah cukup, seseorang tak akan mengantuk lagi. Selama masih ada kantuk, berarti masih kurang, durasi atau kualitas.

Kecukupan tidur manusia dewasa adalah 7-9 jam setiap hari nya. Catat kebiasaan tidur Anda, lalu lihat setelah dua minggu. Apa benar sudah cukup tidur setiap harinya? Anda bisa juga bandingkan dengan catatan dari gelang kebugaran.

Jika sudah cukup tidur tapi masih mengantuk ini disebut sebagai *hipersomnia*. Kondisi hipersomnia bisa disebabkan oleh berbagai penyakit tidur.

1. Narkolepsi, yang ditandai dengan kantuk hebat di siang hari.  Bisa disertai dengan serangan tidur atau fenomena "ketindihan". Gangguan terjadi pada pusat pengatur mimpi, sehingga gelombang otak terjaga dan tidur mimpi tumpang tindih.

2. Periodic limb movements in sleep, di mana kaki saat tidur bergerak-gerak sendiri secara periodik. Setiap tergerak, otak akan terbangun hingga mengganggu kualitas tidur. Tapi jangan salah, penderita tak menyadari jika sepanjang malam ia terbangun-bangun. Ia hanya bangun dengan perasaan lelah dan tak segar sepanjang hari.

3. Sleep apnea alias henti nafas saat tidur, ditandai dengan dengkuran. Mendengkur bukanlah tanda tidur yang nyenyak. Pendengkur berulang kali tercekik selama tidur hingga tanpa sadar otaknya terbangun-bangun. Akibatnya penderita sleep apnea bangun kurang segar dan terus merasa mengantuk, hipersomnia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak heran jika di beberapa negara, pendengkur dilarang berkendara. Selain itu sleep apnea telah dinyatakan menjadi penyebab utama hipertensi, penyakit jantung, diabetes, stroke, impotensi dan kematian.

Tak ada satu zat pun yang dapat menggantikan efek restoratif tidur. Kemampuan otak dan performa manusia hanya dibangun saat tidur. Untuk itu mulailah perhatikan kesehatan tidur Anda dan keluarga.

dr. Andreas Prasadja, RPSGT
Sleep Disorder Clinic, RS. Mitra Keluarga Kemayoran
www.andreasprasadja.com


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Malnutrisi
Malnutrisi
PENYAKIT
Kram Perut
Kram Perut
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.