Kompas.com - 09/01/2017, 10:13 WIB
Kemacetan di jalan Otto Iskandardinata, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/7/2016). Kemacetan yang terjadi pada H 3 Lebaran ini dikarenakan bertambahnya volume kendaraan pribadi milik wisatawan yang ingin menuju Kebun Raya Bogor. KOMPAS.com / RODERICK A MOZESKemacetan di jalan Otto Iskandardinata, Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/7/2016). Kemacetan yang terjadi pada H 3 Lebaran ini dikarenakan bertambahnya volume kendaraan pribadi milik wisatawan yang ingin menuju Kebun Raya Bogor.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Polusi udara di kota yang padat lalu lintasnya dapat mengancam kesehatan orang-orang yang tinggal di daerah tersebut. Para peneliti berulang kali melakukan studi mengenai orang-orang yang tinggal di tengah kota yang sibuk dan kaitannya dengan beberapa masalah kesehatan.

Kali ini, penelitian yang dilakukan di Denmark menemukan peningkatan risiko pre-eklampsia pada ibu hamil yang tinggal dekat jalan raya yang padat. Menurut peneliti, polusi udara dan kebisingan lalu lintas kerap membuat ibu hamil stres sehingga memicu tekanan darah tinggi atau terjadi pre-eklampsia. Tingkat stres yang tinggi pun bisa menyebabkan peradangan sehingga memicu penyakit kronik.

Pre-eklampsia merupakan salah satu komplikasi kesehatan ibu hamil. Pre-eklampsia dapat menghambat aliran darah dan nutrisi ke bayi melalui plasenta. Akibatnya, bisa menghambat tumbuh kembang bayi. Bahkan, bisa berujung pada kematian ibu dan bayi.

Tanda-tanda tekanan darah tinggi pada ibu hamil antara lain pembengkakan di kaki, wajah, dan tangan, sakit kepala parah, masalah penglihatan, hingga sakit di bawah tulang rusuk.

Wanita hamil juga lebih berisiko pre-eklampsia apabila obesitas, memiliki tekanan darah tinggi sebelum hamil, ada penyakit diabetes, atau ada riwayat keluarga yang pre-eklamsia.

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Marie Pedersen dari University of Copenhagen itu melibatkan 72.745 wanita hamil. Menurut Marie, penilitian ini adalah bukti nyata kepadatan lalu lintas dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Ia berharap semua negara yang padat penduduknya dapat mengatasi masalah polusi udara asap kendaraan bermotor yang umumnya terjadi di tengah kota besar.

Sebelumnya, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Lancet menyatakan, orang-orang tinggal di dekat jalan raya yang sibuk lebih berisiko demensia daripada yang tidak. Selain itu, polusi udara dari kendaraan meningkatkan risiko penyakit jantung dan asma. 


Sumber Dailymail

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X