Kompas.com - 23/02/2017, 10:05 WIB
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Banjir yang mulai surut, bukan berarti berakhirnya masalah. Buruknya kondisi lingkungan akibat hujan dan banjir justru dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Turunnya daya tahan tubuh saat pergantian cuaca pun membuat lebih mudah terserang penyakit.

Umumnya, penyakit akibat banjir yang disebabkan oleh kuman bisa diatasi dengan antibiotik. Namun, rehidrasi juga merupakan aspek utama dari pengobatan.

World Health Organization (WHO) menyarankan beberapa cara untuk memerangi wabah penyakit yang terbawa air seperti kolera, diare dan leptospirosis:

- Gunakan air minum yang bersih.

- Air juga dapat dimurnikan dengan merebus atau diberi klorin.

- Gunakan garam rehidrasi oral untuk mengobati dehidrasi.

- Gunakan antibiotik yang tepat untuk memerangi infeksi bakteri.

- Gunakan analgesik untuk mengurangi demam.

- Cuci tangan dengan sabun dan air bersih.

- Cuci makanan dengan air bersih. Hindari makanan yang mungkin telah kontak dengan air banjir yang terkontaminasi.

- Cuci semua pakaian yang telah terkontaminasi air banjir dengan sabun dan air bersih.

- Disinfeksi mainan anak-anak yang telah terkena air banjir yang terkontaminasi.

- Vaksinasi hepatitis A.

Sedangkan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan cara-cara berikut untuk memerangi penyakit bawaan vektor, seperti virus West Nile dan malaria:

- Gunakan obat nyamuk dengan DEET, picardin, atau minyak lemon eucalyptus.

- Berhati-hatilah saat fajar dan senja karena nyamuk lebih aktif pada saat itu. Kenakan baju lengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki ketika di luar rumah.

- Pasang kawat nyamuk pada jendela yang terbuka.

- Jangan biarkan ada air yang tergenang.

Mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan akibat banjir, adalah langkah yang terbaik. Tidak semua banjir datang dengan tiba-tiba. Sebagian kasus banjir sebenarnya sudah dapat diduga datangnya.

Persiapan yang baik oleh semua pihak akan meminimalkan risiko kerusakan dan risiko kesehatan yang membahayakan manusia dan kehidupan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CDC, WHO
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.