Kompas.com - 16/03/2017, 12:17 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Air kencing bisa jadi penanda kesehatan kita. Warnanya bisa jadi indikator kadar hidrasi, pola makan dan kondisi kesehatan tak terdiagnosa. Sementara baunya mencerminkan apa yang sudah dicerna tubuh.

"Urine normal, jika kita cukup minum lazimnya memiliki bau yang tak tajam," kata Ojas Shah, MD, urologis dan profesor di Columbia University Medical Center.

Kadang urine memang sedikit lebih berbau dari biasanya. Perubahan sedikit karena sesuatu kecil bisa menyebabkan bau, misalnya makanan yang diasup. Tetapi ada bau yang bisa jadi sinyal masalah kesehatan.

Berikut ini hal-hal yang membuat urine berbau, dari yang tak masalah hingga mungkin berbahaya.

1. Dehidrasi
Saat kurang minum, air kencing akan berbau amonia. Tanpa cukup air untuk mengencerkan urine, urine terkonsentrasi dengan produk buangan, oleh karenanya berwarna lebih gelap dan lebih bau. Dengan minum lebih banyak, bau itu akan hilang dengan sendirinya.

2. Ada masalah infeksi saluran kencing
"Infeksi urine akan membuat urine berbau," kata Shah. Ini bisa menjadi sinyal masalah kandung kemih yang beragam seperti infeksi saluran kencing, infeksi kandung kemih atau inflamasi kandung kemih (cystitits). Jika urine tidak hanya berbau tajam tapi juga bau, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

3. Banyak minum kopi
Minum banyak kopi di saat hari melelahkan, mungkin air kencing berbau seperti kopi. Shah menjelaskan tak ada yang tahu alasan pastinya. Ada semacam produk sampingan setelah kopi dicerna dengan menahan baunya. Jadi kita masih menyimpan baunya ketika dibuang lewat air kencing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

4. Makan banyak bawang merah dan putih
Bawang tak hanya bikin bau mulut tapi juga bikin urine bau. Shah menjelaskan sesuatu yang tubh hasilkan ketika mencerna makanan, menyimpan baunya di urine. Tak mengejutkan, ketika Anda tak menyangka baunya tak hilang-hilang di mulut. Bau bawang ini juga bertahan di urine.

5. Makan asparagus
Asparagus menyebabkan urine berbau meski tak semua yang makan asparagus jadi berbau asparagus ketika buang air kecil. "Ini terjadi karena ada enzim di tubuh yang mencerna asparagus yang membuatnya jadi berbau khusus," kata Shah. Ada orang yang tak memiliki enzim tersebut dan karenanya tak bermasalah dengan urine berbau ketika makan asparagus.

6. Menderita diabetes
"Ratusan tahun lalu dokter dapat mendiagnosa seseorang kena diabetes dengan mencicipi urine mereka. Rasanya manis," kata Shah. Saat ini tentu dokter tak lagi mencicipi urine karena majunya ilmu kedokteran. Tetapi mereka yang tak terdiagnosa atau diabetesnya tak terkontrol mungkin mendapati air kencingnya berbau manis.

7. Usus bocor ke kandung kemih
Fistula adalah koneksi abnormal antara dua bagian tubuh yang dapat berkembang sebagai akibat cedera, infeksi, bedah atau radang. "Fistula dapat terjadi di antara kandung kemih dan usus," jelas Shah.

Hal itu dapat mencampurkan isi usus dan kandung kemih dan membuat urine berbau tak enak. Anda mungkin juga mendapati adanya partikel di urine. "Kondisi ini terjadi pada mereka yang mengalami masalah seperti Chrohn's disease atau inflamasi saluran cerna," kata Shah. Ini juga dapat terjadi pada penderita kanker sebagai akibat terapi radiasi di daerah itu.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Trakhoma
Trakhoma
PENYAKIT
Babesiosis
Babesiosis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

10 Cara Merawat Luka Sunat Biar Cepat Kering

Health
Skizoafektif

Skizoafektif

Penyakit
7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.