Berencana Pesta Barbeque di Malam Tahun Baru? Waspada Risiko Kanker

Kompas.com - 30/12/2019, 10:00 WIB
Ilustrasi bhofack2/ThinkstockIlustrasi

HCA terbentuk ketika asam amino dalam protein, gula, kreatin atau kreatinin dalam otot, dimasak dengan suhu tinggi.

Sedangkan PAH terbentuk ketika lemak dan sari daging dipanggang langsung maupun di panci.

Asap dari proses memanggang mengandung PAH kemudian menempel pada permukaan daging.

PAH juga dapat terbentuk saat proses pemasakan seperti pengasapan.

Kadar HCA dan PAH dalam berbagai menu makanan dapat bervariasi tergantung metode pemasakan dan tingkat kematangan.

Namun, dapat dipastikan daging yang dimasak dengan suhu di atas 150 derajat celcius dengan durasi lebih lama, kandungan HCA-nya bakal lebih banyak.

Contohnya, daging merah, ikan, ayam, yang yang dibakar ( barbecue) dengan tingkat kematangan matang (well done).

HCA dan PAH dapat merusak DNA setelah terjadi metabolisme yang dipantik enzim khusus dalam tubuh. Proses ini disebut dengan bioaktivasi.

Baca juga: Jika Tak Hati-hati, Pesta Barbeque Bisa Sebabkan Keracunan

Picu  kanker kolorektal, pankreas, dan prostat

Studi menyebut paparan HCA dan PAH dosis tinggi menyebabkan kanker setelah dites kepada hewan yang punya kemiripan DNA dengan manusia.

Di beberapa riset, hewan yang terpapar HCA cenderung memiliki tumor di payudara, usus besar, liver, kulit, paru-paru, sampai prostat.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X