Kompas.com - 01/01/2020, 14:33 WIB

KOMPAS.com - Belakangan jamak pemberitaan figur publik dan selebritas yang memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

Sebut saja Sulli F(x), Goo Ha-Ra, dan yang terbaru bintang film Bollywood Kushal Punjabi.

Di balik maraknya pemberitaan itu, sebenarnya bunuh diri di kalangan pesohor merupakan fenomena gunung es.

Menurut data WHO, pada 2016, temuan kematian akibat bunuh diri sebanyak 10,5 orang per 100.000 orang. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat.

Sayangnya, banyak orang sering memandang sebelah mata kasus bunuh diri.

Baca juga: 5 Fakta Kematian Aktor Kushal Punjabi yang Diduga Bunuh Diri

Melansir Hello Sehat, ada banyak hal yang membuat seseorang memutuskan bunuh diri.

Seperti pengalaman traumatis, perundungan (bullying), patah hati, depresi, hingga penyalahgunaan zat adiktif.

Tanda-tanda seseorang akan bunuh diri

Sebenarnya, kasus bunuh diri bisa dicegah jika kita lebih peka terhadap orang-orang di sekitar kita.

Memang, tidak mudah mengidentifikasi atau memahami isi hati dan perasaan seseorang.

Namun, mereka yang memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya biasanya melakukan hal-hal berikut:

  • Berbicara tetang rasa putus asa dan kesepian
  • Mengaku tidak punya alasan untuk melanjutkan hidup
  • Terlalu banyak tidur atau tidak tidur sama sekali
  • Tidak nafsu makan atau justru hasrat untuk makan berlebihan
  • Mengalami kenaikan atau penurunan berat badan yang signifikan
  • Melakukan hal sembrono, seperti minum alkohol atau konsumsi obat berlebihan
  • Menghindari interaksi sosial dengan orang lain
  • Menunjukan tanda-tanda kecemasan ekstrem
  • Mengalami perubahan suasana hati yang dramatis
  • berbicara tentang bunuh diri sebagai jalan keluar atas permasalahan

Mengambil tindakan yang tepat akan sangat membantu untuk mencegah upaya bunuh diri seseorang. Oleh karena itu, kita harus lebih peka terhadap orang-orang di sekitar kita.

Cara mencegah

Jika ada seorang anggota keluarga atau teman mungkin memperlihatkan tanda-tanda akan bunuh diri, bicarakan dengan mereka tentang kekhawatiran yang Anda rasakan.

Anda dapat memulai percakapan dengan mengajukan pertanyaan dengan cara yang tidak menghakimi dan tidak konfrontatif.

Berbicaralah secara terbuka. Jangan takut untuk menanyakan kepada mereka secara langsung mengenai niat bunuh diri tersebut.

Selama berbicara, pastikan kita tetap tenang dan berbicara dengan nada meyakinkan.

Selain itu, kita harus berempati atau turut merasakan apa yang mereka rasakan. 

Baca juga: Cegah Depresi dan Risiko Bunuh Diri dengan Berkumpul Bersama Keluarga

Jangan lupa tawarkan dukungan serta semangat.

Yakinkan mereka bahwa masih ada bantuan yang bisa membuat mereka merasa lebih baik.

Pastikan untuk tidak memandang rendah masalah yang mereka alami atau mencoba mempermalukan mereka agar berubah pikiran.

Menyediakan telinga untuk mendengarkan dan menunjukkan dukungan adalah cara terbaik untuk membantu mereka.

Kita juga dapat mendorong mereka untuk mencari bantuan dari profesional di bidang kesehatan mental.

Tawarkan untuk membantu mencarikan penyedia layanan kesehatan, menelepon, atau menemani pada sesi pertemuan pertama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Healthline,
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.